MajalahDUTA.Com | Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah pada malam penutupan Pekan Gawai Dayak ke-40 Kalimantan Barat yang berlangsung di Rumah Radakng, Minggu (24/5/2026) malam.
Gubernur Kalbar Ria Norsan diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Antonius Rawing, dalam acara puncak penutupan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kebudayaan Dayak.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Antonius Rawing, disampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-40 yang dinilai berlangsung baik, meriah, dan penuh makna.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga mengapresiasi semangat masyarakat Dayak dalam menjaga adat dan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.
“Pekan Gawai Dayak yang tahun ini memasuki pelaksanaan ke-40 menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam menjaga budaya dan adat istiadat tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian kutipan sambutan Gubernur.

Selama pelaksanaan kegiatan, kawasan Rumah Radakng dipenuhi berbagai pertunjukan tradisi adat, seni budaya, kuliner khas, hingga pameran kreativitas masyarakat. Pemerintah menilai hal tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan mampu berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Perbedaan suku, agama, adat, dan budaya disebut sebagai kekuatan yang mempererat persaudaraan masyarakat.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Pekan Gawai Dayak juga dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Aktivitas UMKM meningkat, kerajinan lokal semakin dikenal, kuliner tradisional diminati pengunjung, serta sektor pariwisata ikut bergerak. Bahkan, sejumlah wisatawan asing turut hadir dalam perhelatan budaya tahunan tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalbar menilai budaya dapat menjadi kekuatan dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepada generasi muda, Gubernur Kalbar melalui sambutan tersebut berpesan agar tetap mencintai budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Kalbar.
Pada kesempatan itu juga disampaikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba seni budaya dan Bujang Dara Gawai Tahun 2026. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang berkarakter dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menutup sambutan, Pemerintah Provinsi Kalbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, sponsor, relawan, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Pekan Gawai Dayak ke-40 dengan aman dan tertib.
Dengan penuh rasa syukur, Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke-40 Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup.
Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni budaya yang menambah semarak malam penutupan di Rumah Radakng.*Samuel | Sumber: Antonius Rawing SE.M.Si. Asisten 1 Kantor Gubernur.




