DUTA, Pontianak — Perayaan Paskah dimaknai sebagai lahirnya kembali kehidupan dalam terang baru yang membawa harapan, pembaruan, dan penyembuhan bagi umat manusia. Pemahaman tersebut disampaikan Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin), RM Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A., OP (Romo Robini), dalam Renungan Paskah yang ditayangkan melalui kanal YouTube San Agustin TV, 5 April 2026.
Dalam refleksinya, Romo Robini mengajak umat memahami kebangkitan Kristus tidak hanya melalui bahasa teologi yang konseptual, tetapi juga melalui pendekatan puitis dan spiritual. Ia menggunakan lagu rohani terkenal Morning Has Broken sebagai kunci refleksi untuk menangkap makna terdalam Paskah.
“Saudara-saudari kekasih, bagaimana kita ingin mengerti Paskah? Jika kalian bertanya bagaimana saya menafsirkannya, saya mengajak membaca lirik lagu Morning Has Broken,” ujar Romo Robini.
Menurutnya, kalimat pembuka lagu tersebut yang menggambarkan fajar pertama menjadi simbol kuat kebangkitan Kristus. Ia menjelaskan bahwa fajar pertama merujuk pada momen penciptaan ketika Allah berfirman, “Jadilah terang,” dan terang pun hadir. Kebangkitan, kata dia, merupakan peristiwa serupa — sebuah penciptaan kembali yang menghadirkan terang baru bagi dunia.
TONTON SELENGKAPNYA: SAN AGUSTIN TV
Ia menekankan bahwa kebangkitan bukan hanya kemenangan atas kematian, tetapi juga tindakan Allah yang memperbarui seluruh ciptaan melalui Sabda-Nya. Sabda yang dahulu menciptakan dunia, lanjutnya, kini kembali bekerja membaharui kehidupan manusia.
Secara tidak langsung, Romo Robini menafsirkan kebangkitan sebagai cahaya pertama yang muncul dari kubur kosong, membawa kesegaran dan harapan baru. Ia menggambarkannya seperti dunia yang kembali muda, sebagaimana taman Eden pada awal penciptaan.
Menurutnya, gambaran dalam lagu tersebut melukiskan relasi awal antara Allah dan manusia ketika Tuhan berjalan di taman dan manusia mendengar langkah-Nya. Dalam kebangkitan, relasi itu dipulihkan kembali dalam ciptaan yang diperbarui.
“Kalau ingin memahami kebangkitan secara puitis, bacalah teks lagu itu. Kadang kita menyanyikannya, tetapi tidak sungguh mengerti kedalamannya,” katanya.
Harapan di Tengah Kesulitan Hidup
Lebih jauh, Romo Robini menegaskan bahwa pesan utama Paskah adalah keberanian untuk tetap berharap di tengah krisis kehidupan. Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa Allah mampu mengubah situasi paling gelap sekalipun menjadi jalan keselamatan.
“Atas semua krisis dan kesulitan, Tuhan bisa membuat jalan yang bengkok menjadi lurus kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penderitaan dan wafat Yesus merupakan konsekuensi dari dosa manusia, namun justru melalui peristiwa itu Allah menghadirkan pembaruan. Kebangkitan menjadi tanda bahwa tidak ada pengalaman manusia yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh kasih Allah.
Luka yang Menyembuhkan
Dalam renungan tersebut, Romo Robini juga menyoroti makna luka-luka Kristus setelah kebangkitan. Ia mengatakan bahwa Yesus selalu memperlihatkan luka-Nya kepada para murid sebagai tanda bahwa penderitaan telah berubah menjadi sumber penyembuhan.
“Yang penting kita memegang luka-Nya, luka yang menyembuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa umat beriman mengalami sentuhan tersebut secara nyata dalam Ekaristi. Saat menerima Ekaristi, umat memegang tubuh Kristus yang membawa pemulihan batin dan rohani.
“Tiap hari kita memegang tubuh Yesus. Peganglah tubuh itu sehingga luka kita sembuh,” ungkapnya, sambil mengingatkan nubuat Kitab Yesaya bahwa manusia disembuhkan oleh bilur-bilur Kristus.
Ia pun mengajak umat menjadikan Paskah sebagai momen doa pribadi untuk mengalami kesembuhan, dengan berserah kepada Tuhan dan memohon pemulihan hidup.
Ajakan Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi
Menutup renungannya, Romo Robini menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah atas nama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar harapan umat untuk menjalani hidup tanpa rasa takut.
“Kristus sudah bangkit dan benar-benar membaharui kita. Karena itu kita jangan takut,” ujarnya.
Ia mengutip Roma 8:28 sebagai pengingat bahwa Allah bekerja dalam segala hal demi kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Umat diajak untuk tetap percaya pada penyelenggaraan ilahi, bahkan ketika menghadapi situasi hidup yang sulit dipahami.
“Percayalah pada penyelenggaraan ilahi. Tuhan bangkit dan Dia akan memberkati kita,” tutupnya.
Renungan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk memaknai Paskah sebagai fajar baru kehidupan — saat terang kebangkitan membuka harapan, memulihkan luka, dan memperbarui relasi manusia dengan Allah. *Sam (Sumber: San Agustin TV).




