STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd - Banking Finance Professional
DUTA, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak terkhusus di Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa (AKUB) Pontianak terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan melalui kepemimpinan baru di bawah Direktur Stanislaus Andes, SE., M.Pd, (per 1 Maret 2026) seorang profesional perbankan dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di industri jasa keuangan nasional.
Penunjukan Stanislaus Andes alias Andes menjadi bagian dari strategi penguatan institusi, terutama dalam menghadapi proses penyatuan kelembagaan AKUB dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang saat ini tengah berlangsung.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mempercepat transformasi akademik berbasis praktik sekaligus memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.
STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd – Gerakan Kolaborasi AKUB Pontianak – dengan pimpinan Cabang Utama Bank Kalbar (2026)
Profesional Perbankan Berpengalaman
Pria kelahiran Pontianak, 14 November 1975 tersebut mengawali karier sebagai dosen di STIE dan ASMI Pontianak pada periode 2000–2002 sebelum berkarier di PT Bank Danamon Indonesia. Ia memulai dari posisi Credit Support Administration di Sintang dan terus meniti karier hingga menduduki berbagai jabatan strategis.
Sepanjang perjalanan profesionalnya, Andes pernah menjadi Sales Officer, Unit Manager, Flying Unit Manager, hingga ClusterManager yang membawahi sejumlah cabang di wilayah Kalimantan Barat. Berkat kepemimpinannya, beberapa unit kerja berhasil meraih penghargaan nasional seperti Elite Club dan Super Elite Club.
Pada tahun 2012, ia dipercaya sebagai Business Manager Regional Kalimantan yang mengoordinasikan 69 unit operasional. Ia juga pernah bertugas di Divisi Risk Management Kantor Pusat Bank Danamon di Jakarta sebelum kembali memimpin cluster wilayah Pontianak.
Pangkat terakhirnya di Bank Danamon adalah Vice President (VP). Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Area Manager Kalimantan di SME Finance Indonesia hingga tahun 2025.
Pengalaman memimpin tim besar serta mengelola portofolio pembiayaan hingga Rp200 miliar menjadi modal penting dalam memimpin transformasi AKUB.
Bangun Komunikasi dgn GM PLN – Maria G.I.Gunawan. untuk Kerja sama dengan Kampus
Fokus Transformasi Akademik Berbasis Praktik
Berdasarkan latar belakang profesionalnya, Stanislaus Andes menegaskan bahwa arah utama kepemimpinannya adalah memperkuat kurikulum vokasi berbasis praktik nyata dunia kerja.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjembatani kampus dengan realitas industri jasa keuangan yang terus berkembang.
“Transformasi akademik harus menghadirkan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Kampus tidak boleh hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk kesiapan kerja melalui praktik yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Andes.
Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa pengalaman panjangnya di sektor perbankan menjadi dasar dalam merancang strategi pendidikan yang lebih aplikatif dan adaptif terhadap dinamika dunia profesional.
Rapat Progres tentang Reuni Akbar Alumni AKUB Pontianak 2026.
Strategi Penguatan Kurikulum
Dalam implementasinya, AKUB akan melakukan revisi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri jasa keuangan terkini. Pembelajaran juga diarahkan pada penggunaan studi kasus riil yang diambil dari praktik dunia kerja sehingga mahasiswa terbiasa menghadapi tantangan profesional sejak di bangku kuliah.
Selain itu, program ‘praktisi mengajar’ akan diperkuat dengan menghadirkan profesional perbankan ke dalam ruang kelas. Langkah ini bertujuan memberikan wawasan aplikatif sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
Stanislaus menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi juga menjadi prioritas utama.
“Kami ingin lulusan AKUB memiliki standar kompetensi yang diakui industri. Sertifikasi bukan lagi pilihan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dari proses pendidikan,” katanya.
Penguatan Kerja Sama Industri
Untuk mendukung kurikulum berbasis praktik, AKUB juga memperluas kemitraan strategis dengan berbagai lembaga keuangan. Saat ini, kampus tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Kalbar melalui mekanisme perjanjian kerja sama resmi yang akan dievaluasi secara berkala.
Program magang terstruktur juga akan diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung sesuai bidang studinya.
Selain itu, kampus merencanakan pendirian koperasi dan kafe kampus sebagai laboratorium bisnis mahasiswa.
Menurut Stanislaus, fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik.
“Mahasiswa perlu belajar bukan hanya memahami bisnis, tetapi mengalami langsung bagaimana membangun dan mengelolanya,” ujarnya.
STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd – Gerakan Kolaborasi AKUB Pontianak.
Optimalisasi Pusat Karir dan Target Mahasiswa
AKUB juga akan mengoptimalkan pusat karir sebagai unit strategis yang mengelola database alumni dan mitra industri, memfasilitasi penempatan kerja, serta menyelenggarakan pelatihan kesiapan kerja seperti penyusunan Curriculum Vitae dan simulasi seleksi kerja.
Tracer study alumni akan dilakukan secara berkala sebagai bahan evaluasi kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, manajemen menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi 100 hingga 150 orang. Untuk mencapai target tersebut, seluruh elemen kampus digerakkan, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Strategi yang dilakukan antara lain penguatan program partisipasi mahasiswa dan alumni melalui kebijakan internal, peningkatan promosi digital melalui kampanye media sosial bertajuk “Kampusku Rumah Keduaku”, serta pemberian apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan.
Jalankan Mandat Transformasi Kelembagaan
Seluruh program tersebut merupakan bagian dari mandat strategis kampus sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pasal 13 tentang penguatan AKUB.
AKUB sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi di bawah Yayasan Landak Bersatu yang sedang menjalani proses penyatuan kelembagaan dengan universitas tersebut.
Transformasi dilakukan melalui penguatan kerja sama industri, revisi kurikulum, sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta pengembangan layanan kesiapan kerja secara bertahap, terukur, dan terdokumentasi.
Dengan pengalaman mengelola puluhan unit cabang dan portofolio pembiayaan bernilai ratusan miliar rupiah, Stanislaus Andes optimistis AKUB dapat menjadi pusat pendidikan vokasi keuangan yang unggul di Kalimantan Barat.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama transformasi ini adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi memiliki kompetensi praktis yang siap diterapkan di dunia kerja.
“Kami ingin AKUB menjadi kampus vokasi yang benar-benar melahirkan lulusan siap pakai, profesional, dan mampu bersaing di industri jasa keuangan,” tegasnya.
Transformasi kelembagaan yang sedang berlangsung pun menjadi momentum penting bagi AKUB untuk memasuki fase baru sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, profesional, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri masa depan. *Sam (Sumber: Direktur AKUB Pontianak).