Wednesday, January 21, 2026
More

    Tuhan Menghidupkan Api yang Padam

    Oleh: Florensia Wiwin Winarti, Prodi Bahasa Inggris Semester IV, Mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang

    MajalahDUTA.Com,Pontianak-Tepat pada hari kamis, 4 Februari 2021, Pukul 07.55 WIB kami IMK (Ikatan Mahasiswa Katolik) STKIP Pamane Talino Ngabang berangkat untuk melaksanakn Bakti Sosial di Dusun Selabih Atas, Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

    “Beratap langit, beralaskan bumi”. Itulah sebutan untuk Gereja stasi St. Matius Selabih Atas yang kami kunjungi. Dengan sebutan yang begitu menyayat hati, membuat hati ingin memaki. Perjuangan yang begitu panjang untuk dapat sampai di tempat tersebut. Dengan berbagai kejutan alam yang kami temui dan berbagai kendala dalam diri.

    Baca Juga: Tanda Kasih untuk Klinik Pratama St. Elisabeth- Bengkayang

    Mabuk perjalanan adalah rintangan pertama yang saya hadapi. Lemah, sesak, pusing, semuanya saya rasakan pada saat itu. Ingin menangis, dan ingin rasa nya pulang. Namun Tuhan menitipkan teman yang begitu peduli, yang merawat saya sehingga saya dapat tertidur di dalam mobil.

    Setelah sampai di Paroki St. Pius X Bengkayang, saya mendapatkan kabar duka, bahwa nenek dari pacar saya meninggal dunia. Hal itu membuat saya semakin ingin kembali ke Ngabang, untuk bertemu dengan mereka. Melihat sosok nenek untuk terakhir kalinya. “Tuhan, cobaan apalagi yang Kau berikan kepada ku” gumam ku dalam hati.

    Pergulatan

    Waktu terus berjalan, dan tibalah kami di rumah kepala desa Setia Budi. Setiba disana kami sudah di sambut oleh beberapa umat yang sangat antusias dan gembira dengan kehadiran kami. Disitu Tuhan menguatkan saya kembali. Membulatkan tekad awal untuk melayani.

    Sembari istirahat sejenak, ada salah satu umat yang berkata bahwa kami harus berjalan kaki dari rumah kepala desa menuju gereja dengan jarak yang sangat jauh, melewati banjir, jalan yang menanjak dan tanah longsor. Di situ muncul ketakutan dan kegelisahan bagi kami bagaimana cara nya membawa semua perlengkapan yang kami butuhkan.

    Baca Juga: Mgr Agustinus Agus Terima Plakat Professional Award 2021

    Namun, lagi dan lagi Tuhan membantu dan menghidupkan kembali semangat kami dengan mengirimkan umat-Nya yang luar biasa. Semua umat yang datang di rumah tersebut membantu kami membawa sebagian perlengkapan penting.

    Ternyata tidak hanya sedikit yang membantu kami, masih banyak umat lain nya yang menunggu di jalan untuk membawa perlengkapan kami secara bergantian, sehingga kami bisa sampai di tempat tujuan sekitar pukul 17.30 WIB. “07.55 WIB-17.30 WIB, wow perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan”.

    Melayani

    Selama berada disana, rasa haru, bahagia dan sedih saya rasakan. Saya sangat terharu melihat semangat anak anak disana.  Mereka yang dulu nya sudah vakum dan  tidak bersemangat untuk belajar, menjadi berkobar kembali dengan kehadiran kami disana. Mereka sangat gembira dan sangat semangat untuk belajar dan berdoa.

    Semua umat ikut bekerja sama dalam membangun gereja, tidak hanya bapak-bapak, tetapi ibu-ibu dan anak-anak juga ikut bekerja. Mencangkul dan mengangkut tanah. Semangat mereka untuk memiliki gereja baru tidak pernah padam, mereka terlihat kuat dan begitu ceria. Hal yang begitu menyayat hati saya adalah, pendidikan sangat sulit mereka dapat kan sehingga banyak yang putus sekolah.

    Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar

    Mereka memiliki niat dan cita-cita yang sangat tinggi, namun keadaan membuat mereka terkunci dan membuat api menjadi mati.  Tetapi saya percaya, bahwa melalui kehadiran kami, Tuhan telah menghidupkan kembali api yang telah mati tersebut.

    Semangat

    Dan saya bersyukur, Tuhan telah mengutus Fr. Ardi untuk menjadi pendamping dan pembimbing kami disana, sehingga kami dapat bekerja dan melayani dengan baik. Tanpa beliau, mungkin kami tidak akan bisa mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa seperti ini.

    Dari pengalaman saya selama berada di Stasi St. Matius Selabih Atas, menyadarkan saya bahwa kita tidak pernah sendiri. Tuhan tidak pernah membiarkan umat nya kesusahan dan berada di dalam kegelapan.

    Tuhan akan menggerakan tangan nya untuk menghidupkan kembali api yang telah padam. Harapan saya, semoga semangat umat disana selalu berkobar dan semoga pemerintah memperhatikan pendidikan anak-anak disana.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles