Thursday, January 15, 2026
More

    Petuah dari Orang-Orang Terkasih: Berharga dan Selalu Diingat

    Peserta Lomba Menulis di Bulan Arwah, Penulis: Teofilus Sintan, Alamat: Desa Ingko’Tambe, RT 3 RW 1, Dusun Idulinga, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, No.hp/wa: 085754435318, Instagram: @sintan_teofilus

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Setiap tanggal 2 November, umat Katolik memperingati Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman atau All Souls’ Day. Selain menjadi hari peringatan, Hari arwah ini juga merupakan hari Doa bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal, serta menjadi sarana dan kesempatan untuk mengenang orang-orang terkasih yang sudah meninggal.

    Umat Katolik mengenang arwah umat beriman karena percaya bahwa ada kebangkitan sesudah kematian. Semua orang yang meninggal dalam Nama Tuhan, pasti akan mengalami kebangkitan. Dalam Doa ‘Aku Percaya’ juga ada kepercayaan akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Seperti halnya, Tuhan kita Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati setelah hari ketiga.

    Saat memperingati hari arwah, semua umat Katolik selalu memanjatkan doa kepada Tuhan untuk orang-orang terkasih yang telah meninggal. Umat Katolik biasanya mengikuti misa arwah terlebih dahulu, kemudian berziarah ke makam keluarga masing-masing untuk membersihkan makam serta menyalakan lilin dan berdoa.

    Bantuan doa kita dan doa seluruh Gereja, membantu mereka yang masih dalam api penyucian untuk segera menikmati kebahagiaan abadi di Surga. Kita memohon agar saudara-saudara yang telah mendahului kita, disucikan dan dibebaskan dari segala noda dan dosanya, sehingga mencapai Visio beatific (penjumpaan dengan wajah Tuhan).

    Peringatan hari arwah ini bisa menjadi momentum bagi kita semua agar semakin sadar bahwa semua orang yang ada di dunia tanpa terkecuali, ada saatnya mengalami kematian. Hidup ini milik Tuhan, tiada yang abadi.

    Harta benda dan kemewahan hanyalah sebuah titipan dari Tuhan, sehingga masih banyak hal yang baik yang perlu kita kerjakan demi Nama Tuhan dan membuat hidup kita lebih berguna dan bermakna. Bagi umat Kristiani, kematian sesungguhnya merupakan puncak dari kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah.

    Hari arwah ini menjadi hari kenangan dan memberi penghiburan rohani bagi kita bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan mereka yang telah meninggal. Seluruh anggota keluarga pasti selalu mengenang kegiatan yang pernah dilakukan bersama, terutama kebaikan dari orang yang telah meninggal tersebut.

    Dalam menjadi kehidupan, kita tidak terlepas dari bantuan orang lain karena kita merupakan mahluk sosial. Bantuan, semangat, dorongan, motivasi, saran, dan petuah, pasti banyak kita dapatkan dari orang-orang yang telah meninggal tersebut. Berikut adalah beberapa petuah dari orang-orang yang telah meninggal.

    Baca Juga: Warisan Abadi

    1. Memperoleh Pendidikan

    Gloria Gianha Langi (20) berbagi petuah yang pernah disampaikan mendiang kakeknya kepada keluarganya yang lain, terkhusus orang tua dan saudara dari orang tuanya. Petuah atau pesan positif yang paling membekas dipikirannya adalah tentang pentingnya pendidikan.

    “Kakekku dulu banyak memberikan petuah atau pesan gitu sih. Tapi yang paling kuingat, beliau bilang ke anak-anaknya seperti ini: Biar kaki saya diatas dan kepala saya dibawah demi mencari uang, asalkan kalian semua bisa sekolah.”, kata perempuan yang biasa dipanggil Loli ini.

    Ia mengungkapkan bahwa petuah dari kakeknya tersebut juga membuatnya sadar bahwa orang tua kita pasti selalu ingin memberikan yang terbaik dan selalu berjuang menghadapi berbagai kendala yang ada untuk kebaikan anak-anaknya, salah satunya tetap mengutamakan pendidikan anak-anaknya.

    Ia juga merasa sangat berterima kasih dan bersyukur karena orang tuanya yang pantang menyerah dan selalu memberikan semangat tiada henti, seperti halnya yang pernah kakeknya pernah lakukan kepada mereka.

    Loli yang saat ini masih menjalani perkuliahan, menjadi termotivasi untuk menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan berusaha untuk mendapatkan ilmu yang bisa dibagikan kepada orang banyak nantinya. Ia juga rindu kepada kakeknya yang sudah beberapa tahun meninggal dunia dan selalu mendoakan kakeknya agar mengalami kehidupan kekal dan kebahagiaan bersama Bapa di Surga.

    1. “Jangan Takut, Ada Tuhan Yesus”

    Glorie (19) menceritakan pengalaman temannya yang kedua orang tuanya telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia turut merasakan kesedihan temannya, yang ditinggal oleh kedua orang tua yang menjadi tempat untuk bercerita dan berbagi suka duka. Temannya tersebut juga mengenang dan membagikan foto kedua orang tuanya melalui media sosial.

    “Aku punya teman dekat yang kedua orang tuanya sudah meninggal. Aku ingin membagikan pesan dari ayah temanku. Ada kalimat yang diucapkan ayahnya sebelum meninggal dan bagi temanku, kalimat itu sangat berarti: Jangan takut, ada Tuhan Yesus.”, cerita perempuan berusia 19 tahun yang mempunyai nama lengkap Glorie Hosiana Maria Simangunsong.

    Baca JugaUntaian Pesan Sang Gembala

    Tidak hanya bagi orang bersangkutan, bagi kita sendiri pesan itu sangat berharga dan membuat kita yakin dan selalu percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, baik sedih dan senang, baik dan buruk, ataupun saat kita mengalami keterpurukan, akan ada Tuhan Yesus yang senantiasa beserta kita.

    Dialah yang selalu memberkati dan menjaga kita apapun situasi kita. Pesan bagi kita semua yang masih berziarah di dunia ini adalah jangan pernah berhenti untuk melakukan kebaikan bagi sesama, jangan pernah sombong dan selalu rendah hati, dan selalu mengandalkan Tuhan, karena ada Tuhan Yesus yang berada di sisi kita.

    1. Hidup Rukun, Saling Membantu, Berbagi pada Sesama, dan Berada di Jalan Benar

    Dwi Rezty Meliani (20) atau yang biasa disapa Imel membagikan cerita dari Ayahnya tentang petuah yang pernah kakeknya berikan semasa hidup. “Kakekku memberikan petuah ‘sebagai saudara kalian harus selalu rukun dan saling membantu’.”

    Selain itu, ayahnya Imel juga menceritakan kepadanya bahwa kakeknya selalu memberikan petuah dan pesan yang berguna. “Ayahku menceritakan bahwa kakekku pernah berpesan agar selalu berada di jalan yang benar dan selalu ingat untuk berbagi kepada sesama.”, ucapnya.

    Sebagai manusia, kita tidak boleh serakah dan sombong serta harus ingat untuk berbagi kepada sesama. Kita harus selalu berusaha untuk selalu membagikan kepada orang-orang yang membutuhkan baik kepada saudara, keluarga, teman, dan orang lain. Alangkah menggembirakannya jika kita bisa hidup rukun, damai, dan tentram.

    Ketika seseorang sudah meninggal, yang selalu diingat bukanlah kejahatan, keserakahan, kemewahan, dan kesombongannya, melainkan kebaikan yang pernah orang tersebut perbuat.

    Baca Juga: Tak Usah Takut

    Petuah dan pesan positif yang orang-orang terkasih kita pernah berikan semasa hidup, begitu berarti dan berguna bagi kehidupan kita selama menjalani kehidupan. Kita tidak boleh melupakan Tuhan dan sesama. Bagaimanapun keadaan kita, tanpa pandang bulu, kita semua nantinya akan meninggal pula. Mari kita mendoakan orang-orang terkasih, karena kita akan bertemu kembali dengan mereka dikehidupan yang kekal dan bahagia bersama di sisi Allah Bapa.

     

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles