Peserta Lomba Menulis di Bulan Arwah, Penulis: Resi Bonaraysa Apolonia, Alamat: Rusunawa Polnep jalan ayani 1, Instagram: @resibonaraysaapolonia, Hp: 081256989629
MajalahDUTA.Com, Pontianak- Ada dimana detik-detik seluruh perasaan tidak hanya jadi satu. Rasa perih yang menjalar di dalam hati itu mengantar semua emosi. Senang dan sedih merupakan gambaran utama. Dapat diibaratkan seperti sebuah ombak besar menghantam diri dengan kekuatan yang tidak pernah dibayangkan.
Kadang seperti melayang, namun tidak tahu arah tujuannya kemana. Sebelum seluruh indera berhenti bekerja, ada dimana saat-saat tertentu namun tidak dianggap sesuatu yang harus di dengarkan dalam diam sembari merenung. Ketika semua perjalanannya di dunia telah berakhir, barulah satu persatu muncul apa yang pernah ia katakan atau lakukan dari berbagai mulut dan pribadi yang berbeda-beda.
Baca Juga: Tak Usah Takut
Mengungkapkan bagaimana sosoknya hingga masih meninggalkan rasa duka yang mendalam di dalam batin meski sudah tahu bahwa usainya perjalanan di dunia ini karena bersiap menerima semua kemurahan Tuhan atas segala yang ia lakukan di dunia.
Sosoknya sampai saat ini masih dikasihi, dikenang sepanjang tahun dan tidak pernah lupa bagaimana dirinya semasa hidup dalam merealisasikan kasih Tuhan yang sebenarnya. Seseorang yang pekerja keras, pengasih, bertanggung jawab, tegas, serta taat akan Tuhan. Seolah menjadi satu-satunya sosok yang seperti itu.
“Bekerjalah, jangan hanya mengandalkan periukmu diisi orang lain.” Itulah yang paling ia tampakkan pada semua orang. Dalam hal apapun, ia selalu mengerjakan semua hal sebaik mungkin untuk mencapai hal yang maksimal dan besar hasilnya. Karena setiap manusia memiliki cara masing-masing untuk bertahan hidup, begitulah dirinya melakukannya.
Bahkan matahari belum waktunya menampakkan diri, ia sudah menunjukkan dirinya sendiri pada dunia. Ia hidup sama seperti orang lain, namun ia juga memberikan penyambung hidup untuk makhluk hidup lain.
Baginya, waktu adalah hal yang sangat berharga. Rasanya rumah bukan menjadi tempat tinggalnya semasa hidup, melainkan pondok sederhana di tengah kebun dan sawah. Selama enam hari dan siang malam tanpa jeda, hingga di hari minggu barulah ia kembali hanya untuk pergi ke gereja.
“Apa yang kamu lakukan itu salah.” Tegas dan pengasih, selalu mengatakan apa yang salah dengan berterus terang meski sedikit menyakitkan dengan kata-katanya. Memberi teguran jika melakukan kesalahan, meski memiliki karakter yang pendiam. Namun ketika menegur, kata-kata yang menusuk namun memiliki makna mendalam akan langsung masuk begitu saja.
Tidak pernah sekalipun makan malam dilewati oleh seorang diri. Selalu menjadi momen dimana semua orang berkumpul meski memiliki kesibukan yang berbeda. Tidak ada yang dibedakan, semuanya ia kasihi dengan cara yang sama, dari yang paling tua hingga termuda. Mungkin terlihat dari sisi luar bahwa kasih yang diberikan sedikit keras, namun itu yang menjadikan pribadi kuat dan mampu menjalani kehidupan. Hati yang lembut membuat semua orang tidak segan membalas kasihnya.
“Ayo sembayang.” Setiap hari minggu pagi, ia bangun paling awal memberi makan ternaknya lalu bersiap pergi ke gereja. Tidak pernah sekalipun ia absen setiap minggu kecuali raganya yang sedang tidak sehat. Selalu datang paling awal mengisi gereja dan langsung duduk diam tanpa berbicara sedikit pun ketika masuk mengisi bangku gereja.
Jika dikumpulkan semua, rasanya kehidupannya adalah petuah tersendiri bagi orang-orang yang mencintainya. Hatinya yang lemah lembut itu dan selalu bersikap penuh kasih tanpa harus mengutarakan lewat kata-kata membuat semuanya masih membekas sampai detik ini.
Baca Juga: Pemberkatan Gua Maria Bunda Peziarah Nyarumkop
Apa yang telah ia lakukan semuanya tak lain selalu berdasarkan cinta kasih, perbuatannya yang penuh kasih itu ia lakukan tanpa memikirkan dirinya sendiri melainkan orang-orang yang ia kasihi.
Kepada my beloved grandfather, pesan-pesan selama anda hidup masih membekas di lubuk hati kami. Tidak hanya sekedar dari kata yang anda ucapkan melalui mulut, melainkan dari apa yang anda tunjukkan menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Salam kasih.




