Wednesday, March 4, 2026
More

    Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Konsep pertanian terpadu dan berkelanjutan yang kami terapkan sederhana saja. Konsepnya bahwa usaha tani dengan memadukan praktik pertanian ( tanaman), peternakan(hewan), dan perikanan (ikan) dalam suatu system sedemikian rupa, sehingga ada kesinambungan (kelanjutan) antara produksi dan pemanfaatan sumber daya alam.

    Perpaduan antara pertanian, peternakan, dan perikanan itu sangat diwarnai oleh unsur daur ulang organic. Dan ini sifatnya berkelanjutan, sehingga tidak terputus berhenti dalam pemanfaatan bahan organic yang dihasilkan oleh usaha tani tersebut.

    Mata rantai yang dibangun adalah tanaman yang tidak layak konsumsi manusia akan menjadi pakan hewan dan ikan akan menjadi bahan pupuk organic bagi tanaman. Mata rantai ini menjadi suatu simbiosis yang meningkatkan mutualisme di lahan tersebut, sehingga dapat menghemat biaya dan sumber daya alam.

    BACA JUGA: Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan: Pilihan Pasca Covid-19

    Pertanian yang mengandalkan system daur ulang organic secara terpadu dan berkelanjutan tidak menyisakan hasil-hasil pertanian sebagai limbah. Limbah digunakan sebagai pupuk untuk menjaga kesuburan dan konservasi tanah.

    Hasil pertanian akan mendukung kelangsungan hidup ternak dan ikan. Sebaliknya, kotoran ternak dan ikan menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman. Maka pertanian terpadu dan berkelanjutan menakankan hal penting dalam pemeliharaan kesuburan tanah, peningkatan produktivitas dan keuntungan bagi petani. Dengan cara demikian, petani diajak untuk membangun ketahanan pangan bagi dirinya dan sesame.

    System usaha tani yang terpadu dan berkelanjutan ini bukanlah hal baru. Zaman dulu nenek moyang kita pun telah menerapkan usaha tani terpadu dan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Dalam bercocok tanam, mereka menyatakan pranata adat budaya yang sangat menonjolkan kearifan lingkungan.

    Mereka juga sangat mempertimbangkan aspek konservasi sumber alam, seperti alat-alat kerja yang tradisional, membakar serasah, menggunakan pupuk kandang, membuat guludan sebagai media tanam demi mempertahankan kesuburan tanah dan produktivitasnya.

    Di Pondok San Damiano Sepakat 2, Pontianak, Kalimantan Barat, JPIC Bruder MTB mengolah sebuah lahan percontohan pertanian terpadu dan berkelanjutan. Di lahan yang tidak terlalu luas itu kami mengelola tanaman, ternak, dan ikan.

    Di bagian tengah kami menyiapkan bedeng sayuran, dibagian tepi ditanami pisang, ubi, keladi, tebu, di bagian belakang ada kandang ternak (kambing,kelinci,marmut), ada pondok pembuatan pupuk organic dan dua bak mengapiti sisi kiri dan kanan untuk ikan, dan ada kolam ikan (sedang dalam proses). Selain itu, ada pohon Mahoni sebagai batas tanah, kelapa dan buah-buahan seperti Matoa, Sirsak, Jambu, dan Pepaya.

    KUNJUNGI: http://jpicbrudermtb.org/

    Di pondok San Damiano ini, kami mengajak siapa saja untuk belajar bersama melakukan Gerakan Nurani Ekologi. Gerakan ini mendorong pertanian secara organic yang pro-life, menggunakan lahan terbatas dengan hasil yang maksimal,menjaga kesuburan tanah, dan baik bagi semua makhluk ciptaan.

    Muara dari gerakan ini selain membangun ketahanan pangan (bergizi, sehat, bermutu tinggi), tetapi terutama pilihan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan ibu bumi rumah kita bersama.

    Penulis: Br.Gerardus Weruin, MTB

     

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles