Friday, April 17, 2026
More

    Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis Ungkapkan Wacana ‘Icon’ Patung Yesus Raksasa Bengkayang: Letaknya di Bukit Jagoi Babang

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Monterado – Suatu ketika Albert Einsten berujar bahwa ukuran kecerdasan bukanlah terletak pada kebiasaan menggunakan alat-alat lama, tetapi pada kemampuan untuk berubah. Narasi ini didaraskan oleh Profesor Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Let’s Change! Halaman 50 dengan sub-tema Kompas dan Perubahan.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak

    Bicara tentang perubahan, tentunya banyak hal yang menjadi pertanyaan baru dari masalah-masalah dan rencana yang akan dibuat. Karena banyak tantangan dari rencana baru, tentunya seorang pemimpin membutuhkan keberanian untuk memiliki ‘ketajaman mata’ agar mampu melihat, namun tetap bertindak bijak.

    Selaras dengan itulah, sebagai progres pembangunan Kabupaten Bengkayang dengan menanggapi niat baik Mgr. Agustinus Agus, sebagai Uskup Agung Pontianak, untuk itu Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM merespon wacana Patung Yesus raksasa di Kabupaten Bengkayang letaknya di bukit Jagoi Babang.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya di Paroki St. Montfrot Monterado yang baru diresmikan pada Selasa pagi 20 Juli 2021 di depan umat katolik Paroki Monterado dan di depan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak.

    Kerjasama Gereja Bersama Pemerintah

    Menutup sambutannya pada Selasa pagi, 20 Juli 2021, Darwis mengungkapkan harapannya agar tahun 2021 bisa ditambah lagi satu paroki di Ledo untuk diresmikan dengan harapan pembinaan masyarakat dan umat semakin intensif.

    Sebagaimana yang ia sampaikan bahwa pemerintah dan gereja harus berjalan beriringan untuk berubah dan menjadi terdepan.

    “Semoga pada tahun ini, ditambah lagi satu paroki di Ledo,” kata Darwis Bupati Bengkayang sembari menambahkan bahwa mereka dari Pemerintahan Bengkayang berterima kasih dan mengapresiasi Mgr. Agustinus Agus, selaku Uskup Agung Pontianak telah menjajaki satu paroki lagi yakni Paroki Ledo (Rencana nama paroki tersebut Santo Agustinus dari Hippo).

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan bahwa rencana pemekaran paroki Ledo akan diserahkan tugas parokial pada Ordo Augustinian Recollects (OAR) yang kemudian Paroki akan dinamai dengan Paroki Santo Agustinus dari Hippo, sesuai semangat dari Santo Agustinus.

    “Terima kasih banyak untuk pemerintah Bengkayang yang sangat mendukung gereja dalam memajukan masyarkat dan dalam pembinaan secara luas,” kata Uskup Agus.

    Letaknya di Bukit Jagoi Babang

    Dalam kesempatan sambutan itu pula, selaras dengan cita-cita pemerintah Bengkayang, Darwis mengungkapkan harapan bahwa kedepan Bengkayang dapat menjadi ‘icon’.

    “Kami bercita-cita juga bagaimana Bengkayang menjadi sebuah ‘icon’ dan mohon doa kita semua karena ini adalah niat dari Bapa Uskup, nanti di Bengkayang letaknya di bukit Jagoi kita akan membangun Patung Yesus,” kata Darwis Bupati Bengkayang.

    Darwis juga menambahkan bahwa ini akan menjadi ‘icon’ Kabupaten Bengkayang dan ‘Icon’ Wisata Rohani Kalimantan Barat maupun secara Nasional.

    Baca Juga: Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    “Mohon doa kita semua. Lewat doa saya yakin ini akan terwujud,” tambah Bupati.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus melihat bahwa paroki Jagoi Babang adalah paroki yang berpotensi baik dari segi geografis maupun budaya. Wacana ide patung Yesus Raksasa dilatarbelakangi untuk memajukan perekonomian Kabupaten Bengkayang dan mengangkat harkat martabat dari suku Dayak pedalaman yang selama ini boleh dikatakan masih sedikit tertinggal.

    Alasan lain yakni selain lokasi strategis Jagoi Babang dekat dengan daerah perbatasan, ditambah Kalimantan Barat merupakan kantong-kantong Katolik. Untuk itu mimpi dan ide tentang wacana patung Yesus Raksasa adalah impian untuk menjadikan Bengkayang ‘icon’ parawisata rohani sekaligus beriringan dengan budaya.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles