Tuesday, May 12, 2026
More

    Unika San Agustin Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas Indonesia di Rakor PTS Se-Kalimantan di IKN

    MajalahDUTA.Com | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Kalimantan yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (9/5/2026).

    Forum yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XI dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perguruan Tinggi di Kalimantan” itu dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Kalimantan, pejabat Otorita IKN, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, hingga Ketua Komisi X DPR RI.

    Perwakilan Unika San Agustin, Wakil Rektor Umum Brigadir Jenderal (Purn) Drs. Sumirat, M.Si., hadir bersama Trio Kurniawan, M.Fil menjadi bentuk keterlibatan kampus dalam pembangunan nasional di era ibu kota baru Indonesia.

    Warek Umum, Sumirat bersama Prof Fauzan Adziman Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) (2026)

    Brigjen (Purn) Drs. Sumirat, M.Si., mengatakan bahwa partisipasi Unika San Agustin dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta bagi pembangunan bangsa.

    “Kami menghadiri acara LLDIKTI XI Rakor Perguruan Tinggi Swasta Se-Kalimantan di IKN Kaltim. Sekaligus menanam pohon di kawasan hutan IKN, sebagai sejarah dan tanda kehadiran San Agustin di IKN,” ujarnya.

    Menurut Sumirat, penanaman pohon yang dilakukan seluruh peserta memiliki makna simbolik yang mendalam tentang pertumbuhan, pengorbanan, dan kebermanfaatan bagi masa depan Indonesia.

    “Kita sebagai salah satu PTS di Indonesia bersyukur bisa memberikan kontribusi di Kalimantan bahkan di Indonesia dalam ikut membangun generasi muda menuju Indonesia Emas. Apalagi ditandai penanaman pohon yang akan selalu bertumbuh dan berkorban serta memberikan manfaat kepada bangsa dan negara sebagaimana Generasi Emas Indonesia,” katanya.

    Ia menambahkan, filosofi pohon yang memberi manfaat bagi lingkungan menjadi gambaran visi pendidikan yang diusung Unika San Agustin.

    Warek Umum San Agustin, bersama Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc..(2026)

    “Pohon sangat bermanfaat kepada lingkungannya, demikian juga Kampus San Agustin melalui program pendidikannya akan selalu bertumbuh dan berkembang mengiringi bangsa Indonesia,” lanjutnya.

    Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dalam sambutannya menegaskan bahwa IKN membutuhkan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

    “Ini adalah cikal bakal siswa kita yang akan masuk ke perguruan tinggi. Saya berharap Kementerian Pendidikan Tinggi bisa fokus untuk bagaimana kita bisa membuat kurikulum yang berbeda yang dibutuhkan untuk masa depan kita,” ujar Bimo.

    Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco. Ia menilai pembangunan IKN merupakan laboratorium hidup terbesar di Indonesia yang membuka ruang luas bagi riset dan inovasi perguruan tinggi.

    “Kita punya IKN yang sedang dibangun, dan di sinilah laboratorium hidup terbesar di Indonesia. Kami berharap Otorita IKN dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan riset, magang, maupun KKN tematik di IKN,” katanya.

    Badri menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai katalisator pembangunan nasional melalui penguatan kolaborasi akademik yang berdampak, kerja sama produktif dengan industri dan mitra pembangunan, serta penguatan talenta dan tata kelola pendidikan tinggi.

    Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi di Kalimantan.

    “Mutu dari perguruan tinggi adalah keharusan. Mudah-mudahan riset dan pengembangan banyak yang bekerja sama dengan IKN. Tentunya hal tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi bersama,” ujarnya.

    Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta melakukan penanaman tanaman endemik Kalimantan di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menegaskan keterlibatan dunia pendidikan dalam pembangunan Nusantara.

    Bagi Unika San Agustin, yang diwakili Sumirat dan Trio bahwa momentum hari itu menjadi penanda bahwa kampus tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan membangun masa depan Indonesia melalui penguatan karakter, intelektualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. *Samuel – (Sumber: Warek Umum, Sumirat).

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles