MajalahDUTA.Com | Ratusan mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan untuk merayakan Paskah bersama.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan lintas kampus di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.
Perayaan Paskah tidak hanya menjadi momen liturgis, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan. Hal ini tampak dalam kegiatan Paskah Bersama Mahasiswa Katolik se-Kota Pontianak yang diselenggarakan pada Selasa, 5 Mei 2026 di Gereja Katedral St. Yosep Pontianak.
Acara yang mengusung semangat Kebangkitan Kristus ini dihadiri oleh mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak. Selain Misa Paskah, kegiatan juga diramaikan dengan bazar yang semakin mempererat kebersamaan antar-mahasiswa lintas kampus.

Misa dipimpin oleh RD Alexsius Alex bersama RP Gregorius Kukuh Nugrogo, CM. Dalam suasana khidmat namun penuh sukacita, para mahasiswa diajak untuk merefleksikan makna Paskah sebagai sumber harapan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Hendrique De Jesus, CDD yang bertugas di Paroki Santo Agustinus Sungai Raya turut menyampaikan pesan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya peran mereka sebagai saksi iman di tengah masyarakat.
“Melalui perayaan Ekaristi pada hari ini, para mahasiswa diajak untuk senantiasa semakin bersemangat dalam tugas perutusan menjadi saksi iman akan kebangkitan Tuhan. Harus berani bersaksi di tengah masyarakat, mewartakan iman, hidup dari iman, serta setia dalam iman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh mahasiswa membutuhkan pendampingan, terutama mereka yang sedang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Semua mahasiswa memang membutuhkan sentuhan dan pendampingan, terutama yang mengalami kesulitan dalam studi, ekonomi, atau persoalan lain agar dapat kembali ke jalan yang benar,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Klaudia Laura Padagi dari komunitas mahasiswa Katolik di Poltekkes Kemenkes Pontianak, mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam kegiatan ini bersama komunitasnya.

“Saya datang bersama suster dan teman-teman dari Hima Kris Poltekkes Kemenkes Pontianak,” ungkapnya.
Menurutnya, momen Kebangkitan Kristus terasa nyata melalui kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
“Momen kebangkitan Kristus paling terasa saat acara bersama teman-teman dari himpunan lainnya,” katanya.
Ia juga merasakan sukacita Paskah melalui relasi baru yang terbangun setelah Misa selesai.
“Saya merasakan adanya kebersamaan antara teman-teman dari berbagai universitas dan mendapatkan teman baru,” tuturnya.
Kegiatan hari itu menjadi bukti bahwa Paskah bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang memperkuat iman, membangun persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan. Dengan semangat Kebangkitan Kristus, mahasiswa Katolik di Pontianak diharapkan semakin aktif menjadi terang dan pembawa damai di tengah masyarakat.*Lira (Liputan)




