Thursday, February 12, 2026
More

    Bujang Dara Gawai 2025, Menyulam Makna dan Menapak Warisan,

    Duta, Pontianak | Sabtu 17 Mei 2025 — Rangkaian awal kegiatan Finalis Bujang dan Dara dalam ajang Pekan Gawai Dayak ke-39 (2025) dimulai hari ini dengan serangkaian agenda yang sarat nilai reflektif dan edukatif.

    Kegiatan dimulai dengan ziarah ke makam para tokoh Dayak di Pemakaman Santo Yusuf, Sungai Ambawang dan Sungai Raya. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para leluhur yang telah berjasa dalam membentuk identitas dan peradaban masyarakat Dayak Kalimantan Barat.

    Setelah itu, para finalis melanjutkan agenda dengan anjang­sana ke panti asuhan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter para finalis agar tidak hanya unggul secara penampilan dan pengetahuan budaya, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

    Rangkaian hari itu ditutup dengan sesi pembekalan kepemimpinan dasar, yang difasilitasi oleh Sekretariat Bersama Kesenian Daerah (Sekberkesda) Kalimantan Barat.

    Pembekalan ini dipandu langsung oleh Bendahara Sekberkesda, Marselina Maryani Soeryamassoeka, S.Hut., yang memberikan motivasi dan arahan mendalam mengenai peran penting para finalis sebagai calon duta budaya.

    Dalam materinya, Marselina memaparkan sejarah berdirinya Sekberkesda, serta menekankan pentingnya komunikasi efektif, etika, dan sikap optimistis dalam menjalani peran sebagai generasi penerus. Ia juga mengevaluasi partisipasi para finalis dalam kegiatan ziarah dan anjangsana sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan sosial.

    Dokumentasi: Candid Random, Finalis Bujang Dara Pekan Gawai Dayak ke 39.

    “Jaga perilaku kalian, karena itu mencerminkan harkat dan martabat sebagai wakil masyarakat Dayak,” pesan Marselina dengan tegas (17/05).

    Marselina juga menekankan bahwa peran Bujang dan Dara tidak berhenti pada penampilan, tetapi lebih jauh mencakup tanggung jawab moral dan pelestarian budaya.

    Di akhir pembekalan, Marselina berpesan, “Pelajari seni budaya, warisan adat istiadat, sebab kalian adalah duta untuk masyarakat Dayak.”

    Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi landasan awal yang kokoh bagi para finalis dalam menjalani peran mereka, tidak hanya sebagai representasi generasi muda Dayak, tetapi juga sebagai penjaga dan penerus nilai-nilai budaya yang luhur.

    Sumber: Sekberkesda.

     

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles