Pontianak, MajalahDUTA.com | 2 Oktober 2024 – Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng, CP, memimpin misa requiem di Gereja Katedral Pontianak untuk Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap, sosok luar biasa yang telah dipanggil Bapa pada 30 September 2024 di Rumah Sakit Antonius Pontianak.
Dalam khotbahnya, Mgr Valentinus memberikan kesaksian mendalam tentang betapa besar pengaruh Mgr Bumbun bagi umat Katolik khususnya di Kalimantan Barat, dan terutama bagi masyarakat Dayak.
“Menghadap Tuhan pada hari Santo pelindungnya, Santo Hieronymus, bukanlah suatu kebetulan. Mgr Bumbun meninggal dunia pada pukul 21.15 WIB di hari peringatan ini, memberikan makna tersendiri bagi kita semua,” ujar Mgr Valentinus di awal pesannya.
Mgr Valentinus menjelaskan bahwa bacaan Injil yang dibacakan pada misa malam itu, mengenai Khotbah di Bukit, adalah pedoman hidup Mgr Bumbun.
Sebagai seorang gembala bagi ribuan umat di 12 kabupaten dan 2 kota madya di Kalimantan Bara, beliau menghadirkan pesan Kristus sebagai sumber harapan dan pembebasan, terutama bagi mereka yang berada di pedalaman dan yang terpinggirkan.

Inspirasi bagi Masyarakat Dayak
Mgr Bumbun tidak hanya dikenal sebagai uskup yang setia menjalankan tugasnya, tetapi juga sebagai figur yang memperjuangkan kemajuan masyarakat Dayak.
“Dia adalah simbol harapan bagi banyak orang, khususnya orang Dayak yang hidup di pedalaman. Mgr Bumbun selalu menyuarakan bahwa kita bisa maju bersama, tidak ada yang mustahil jika kita bersatu dan berjuang,” kata Mgr Valentinus dengan tegas.
Sebagai pemimpin, beliau mengatasi banyak tantangan dalam pelayanannya, baik secara spiritual maupun sosial. Kehadirannya sebagai orang kampung yang berhasil mencapai puncak pelayanan gereja, menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Dayak.

“Beliau orang kampung, tapi tidak kampungan. Dia adalah bukti bahwa asal-usul kita tidak membatasi pencapaian kita,” lanjut Mgr Valentinus.
Warisan yang Tidak Pernah Padam
Meskipun telah pensiun, Mgr Bumbun terus memberikan teladan bagi umat. Setelah pensiun, ia selalu mengarahkan pandangannya ke surga.
“Dia tahu bahwa peristirahatannya di dunia ini akan berakhir, tetapi kehidupannya yang abadi bersama Tuhan akan terus berlanjut,” kata Mgr Valentinus.
Karya dan pelayanan Mgr Bumbun, terutama dalam memperjuangkan keadilan, mengangkat mereka yang tertekan, dan mencerdaskan masyarakat Dayak, adalah warisan abadi yang akan terus menginspirasi banyak orang.

“Beliau merupakan sosok yang menyatukan umat dan menjadi pendorong kemajuan, terutama bagi orang Dayak. Kita kehilangan seorang tokoh besar,” tambahnya.
Di akhir misa, Mgr Valentinus dan para hadirin melepaskan Mgr. Bumbun dengan doa dan harapan terbaik umat Katolik. “Selamat jalan, Mgr. Bumbun. Jadilah pendoa bagi kami, sebagaimana engkau selalu menjadi penuntun kami di bumi ini.” [S].




