MajalahDUTA.Com, Surabaya- Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya kelahiran Jakarta, 27 April 1958 (63 tahun) meninggal dunia di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya, pukul 11.00 Wib, Selasa, 25 Mei 2021.
Errol Jonathans atau akrab dipanggil Errol merupakan tokoh media lokal Jawa Timur. Pengalamannya selama 30 tahun lebih bergelut di dunia radio membuatnya mempunyai pandangan sendiri terhadap kondisi radio di Indonesia saat ini.
Secuplik dari kisahnya, Errol Jonathans mengawali karier bekerja di radio Arjuno, kemudian berpindah di Pos Kota koresponden Jawa Timur sebagai wartawan dan bergabung dengan Radio Suara Surabaya pada tahun 1986 sebagai reporter dan penyiar, dan sekarang menjabat sebagai Direktur Utama Radio Suara Surabaya FM.
Baca Juga: https://www.instagram.com/p/CPSOdkZLuaq/
Adapun karir yang pernah diemban beliau dari 1977-Akademi Wartawan Surabaya, 1978-Jurnalis Harian Pos Kota Jakarta, 1981-Sekolah Tinggi Komunikasi Surabaya, 1983-Radio Suara Surabaya & SS Media Group, 1990-Redaktur Musik Surabaya Post Minggu dan 2008-Pemimpin Tabloid Efata Paroki St. Yakobus.
Penelitian ini berusaha menggali pemikiran-pemikiran tokoh media lokal Errol Jonathans sebagai praktisi media di Jawa Timur di masa orde baru hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan studi pemikiran dengan pendekatan Sociology of knowledge dan Sociology of media, dengan metode kualitatif eksploratif.
Hasil dari data yang sudah di dapat oleh peneliti menunjukkan bahwa beberapa pokok pemikiran Errol Jonathans adalah mengembangkan konsep jurnalisme interaktif atau yang saat ini dikenal sebagai citizen journalism di radio siaran.
Baca Juga: https://www.instagram.com/p/CPSWjwFr1kX/
Di samping itu, dalam pengelolaan radio Errol juga memperhatikan idealisme radio tanpa harus mengabaikan segi komersialnya sehingga ia menciptakan formula khas yakni Segitiga Errol.
Konsep yang diciptakan Errol ini menjelaskan keterkaitan antara produk media, konsumen dan pemasang iklan dalam pengelolaan media. Sehingga Errol dapat menciptakan sebuah media yang berhasil secara bisnis dan juga dapat menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Pria kelahiran Jakarta, 27 April 1958, itu menuturkan bahwa konsep citizen journalist baru dirintis pada 1994. Saat itu belum banyak yang melaporkan kejadian ke SS. Masyarakat yang memiliki ponsel belum banyak seperti sekarang.
Konsep tersebut terus dikembangkan. Pada 1999, SS mulai mencoba streaming. Lalu, pada 2013 mengembangkan sayap ke media sosial. Hingga akhirnya jumlah pendengar setia SS yang tercatat aktif mencapai 665.324.
Mengenang Errol Jonathan bersama tim Komsos Keuskupan Agung Pontianak
Kamis, 31 Mei 2018 sekitar 07.30 WIB Errol Jonathans yang akan memberi materi pada pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Pontianak dari tanggal 1-3 Juni 2018 di Rumah Retret Wisma Immaculata tiba di Kota Pontianak.
Kedatangan Direktur Utama Suara Surabaya ini tentunya disambut dengan penuh sukacita oleh Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak dan seluruh crew.
Baca Juga: https://www.instagram.com/p/CPSPbAYhgGG/
Usai sarapan pagi, Errol Jonathan yang saat ini juga tergabung dalam kepengurusan Komsos KWI langsung bertemu Mgr. Agustinus Agus. Dalam suasana yang sangat santai Mgr. Agus menyampaikan selamat datang di Keuskupan Agung Pontianak.
Berbagai hal disampaikan oleh Mgr. Agus terkait dengan program kerja dan rencana-rencana ke depan yang menjadi target untuk dicapai oleh Keuskupan Agung Pontianak, termasuk juga kinerja Komsos yang diharapkan akan semakin maksimal dalam pengelolaan media komunikasi yang ditangani Komsos saat ini, seperti: website Keuskupan, blogspot, IG, FB, Youtube, dan Majalah DUTA.
Baca Juga: https://www.instagram.com/p/CPSSpBcnnEp/
Hadir dalam pembicaraan itu, Paul C Pati (Pemred Media Online penakatolik.com), P. Pius Barces, CP (Sekretaris KAP), P. Andre, OP (Ekonom KAP), dan Samuel yang mewakili Komsos.
Errol Jonathan adalah seorang Pendoa, demikianlah pengakuan yang dikatakan oleh RP Andreas Kurniawan OP. Masih hangat dalam ingatan, persis usai kegiatan pelatihan 2018 silam, dimana kala itu Rosario tertinggal di Pontianak dan Alm Errol memintanya untuk mengantar Rosario disaat itu.
“RIP Bpk Errol. Masih kuingat betul barang yang ku antar malam itu, begitu berharganya bagi beliau sebuah Rosario yang tertinggal di Pontianak saat beliau mengisi acara disana,” kata PR Andreas Kurniawan, OP Selasa siang (25/05/2021).
Baca Juga: https://www.instagram.com/p/CPSWofGN99i/
Dalam diskusi siang mengenang sosok Almarhum, Pastor Andreas Kurniawan OP yakin, karena selama ini Pak Errol begitu setia dengan doa Rosario, maka pasti Bunda Maria akan menyemputnya untuk hidup kekal bersama Allah Bapa di Surga.- (Sumber: Radio Suara Surabaya- Wawancara RP Andreas Kurniawan, OP- By: Samuel-MD).




