Thursday, February 12, 2026
More

    Persiapan Sekolah Tatap Muka Di SMA Negeri 2 Sungai Ambawang

    Oleh: Tasiana Clara Gusela, Siswa SMAN 2 Sungai Ambawang 

    MajalahDUTA.Com,Pontianak-Akhir Januari pihak sekolah mengundang para orang tua murid untuk hadir di sekolah, yaitu rapat bersama dengan tujuan membicarakan tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dalam rapat tersebut Benediktus S.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 2 Sungai Ambawang, mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan kembali, dengan meminta persetujuan yaitu memberikan surat pernyataan setuju atau tidak setuju kepada orang tua murid.

    “Kami disini meminta kesediaan Bapak-Ibu, untuk mengisi lembar pernyataan setuju atau tidak setuju ini tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa,” kata Benediktus Sabtu Pagi 30 Januari di Aula Sekolah, SMA Negeri 2 Sungai Ambawang .

    Dalam pengisian lembar pernyataan tersebut, para orang tua murid banyak menyatakan setuju tentang pembelajaran tatap muka bagi siswa. Adapun salah seorang perwakilan dari orang tua murid, menyampaikan persetujuannya mengenai kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut. Asalkan tetap menjalankan protokol kesehatan dan itu menjadi tanggung jawab pihak sekolah.

    Baca Juga: 104 Tahun RS Kusta Alverno Singkawang: Resmi Tutup dan Ganti Status Panti Lepra

    “Kami menyetujui dengan adanya pembelajaran tatap muka ini, supaya kegiatan belajar anak-anak kami bisa dipantau secara langsung oleh guru. Dan ini menjadi tanggung jawab pihak sekolah juga harus mempersiapkan semuanya mulai dari sabun cuci tangan, masker, handsanitizer, serta harus tetap menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M untuk Siswa dan Guru, sehingga kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

    Bulan Februari yang lalu pembelajaran tatap muka sempat dilaksanakan, tetapi selang beberapa minggu kemudian  surat edaran dari Dinas Pendidikan menyampaikan untuk dihentikan kembali sekolah tatap muka sampai waktu yang belum ditentukan. Akhirnya sampai sekarang siswa-siswi kembali belajar secara daring/online di rumah.

    Banyak sekali hal yang dirasakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Sungai Ambawang, selama satu tahun lebih belajar daring/online di rumah. Dan pastinya semua siswa-siswi menginginkan segera sekolah tatap muka kembali. Imanuel salah satu siswa kelas 12 mengungkapkan sisi positif dan negatif, apa yang ia rasakan selama belajar online di rumah, menurut nya juga ada beberapa faktor yang menjadi kendala para siswa dalam pembelajaran online di rumah ini.

    Baca Juga: Kedua Kalinya Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Dapatkan Anugrah Award untuk Leadership

    “Untuk kesan selama ini ketika belajar di rumah ya menurut aku pribadi ada sisi positif dan negatif tentunya, untuk sisi positif nya ialah dengan diselenggarakan belajar online dapat meminimalisir rantai penyebaran Covid-19, karena kita tidak pernah tahu bahwa Covid-19 bisa datang menghampiri kapanpun dan dimanapun ketika kita lalai untuk menaati protokol kesehatan. Sedangkan untuk sisi negatifnya adalah kurangnya penjelasan materi yang diberikan guru kepada murid, bukan hanya itu saja melainkan dengan diselenggarakan belajar secara daring/online, kebanyakan dari sebagian siswa tidak mengikuti pelajaran yang berlangsung secara online. Ada beberapa faktor yang memicu kenapa murid ada yang tidak mengikuti pelajaran online, diantaranya tidak memiliki kuota, tidak memiliki handphone/laptop, dan terjadi kebosanan dalam proses belajar online. Karena kebanyakan guru hanya memberikan materi melalui dokumen saja akan tetapi sulit dimengerti dan tidak ada penjelasan guna memperjelas materi tersebut kepada siswa,” jelas Imanuel.

    Memang sampai sekarang belum ada info lebih lanjut mengenai di bukanya kembali sekolah. Florianus Robi Franseda, S.S. Sebagai salah satu Guru di SMA Negeri 2 Sungai Ambawang juga mengatakan bahwa pihak sekolah sampai sekarang masih menunggu informasi dari pemerintah untuk kembali dilaksanakannya sekolah tatap muka ini. Sekolah harus mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan jika sekolah kembali di buka nanti.

    “Pihak sekolah tetap menunggu perintah dari Dinas Pendidikan untuk informasi sekolah tatap muka. Jadi, sementara menunggu ini kami dari pihak sekolah harus mempersiapkan semuanya dan melengkapi apa yang diperlukan. Supaya ketika sekolah kembali dibuka nanti, seperti tempat untuk mencuci tangan, masker, handsanitizer dan petugas satgas Covid-19 harus disiapkan. Untuk petugas satgas Covid-19 di sekolah ada guru, siswa, dan terutama ada pengurus OSIS yang terlibat di dalam tugas ini. Untuk teknis belajarnya nanti akan di bagi lagi 4 kelompok belajar dari masing-masing kelas yaitu kelas 10, 11, dan 12. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah Siswa dalam kelas agar tidak terlalu banyak, dan mungkin akan secara bergantian masuk sekolah nya nanti. Dalam persiapan ini juga para guru dan TU dihimbau untuk di vaksin,” katanya.

    Baca Juga: Misa Kamis Putih: Kisah Menarik Romo Saat Misa dan Filosofi Gereja Baru Senakin

    Para petugas OSIS pun juga harus mempersiapkan segala keperluan sekolah, ini menjadi tugas mereka. Dalam hal ini dijelaskan peran OSIS sebagai bagian dari petugas satgas Covid-19, oleh Lestari Anggesia sebagai ketua OSIS terpilih yang baru pada tanggal 15 Februari lalu. Bahwa peran OSIS sebagai bagian petugas satgas Covid-19 di sekolah, akan terus diterapkan jika ada pembelajaran atau kegiatan tatap muka. Untuk penerapan hal itu kepengurusan OSIS selama pandemi mempunyai piket sesuai harinya yakni hari Senin-Sabtu dengan orang yang berbeda beda.

    Tugas yang dilakukan oleh OSIS sebagai satgas Covid-19 seperti mengecek suhu badan siswa-siswi yang datang ke sekolah, memberi mereka handsanitizer, menuntun mereka untuk mencuci tangan, dan ada sebagian juga yang bertugas untuk mengatur parkir agar saat mereka parkir tidak terlalu berdekatan sehingga bisa menjaga jarak. OSIS yang bertugas juga diharuskan untuk datang cepat sebelum siswa-siswi datang, agar semua siswa-siswi di sekolah dapat menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

    “Selain peran kami sebagai Satgas Covid-19 di sekolah dan mempersiapkan semuanya, kami juga telah menyusun program kerja/agenda OSIS formal dan non formal, yang bisa dilaksanakan setelah masuk sekolah tatap muka nanti. Dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” ujar Lestari.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles