Thursday, April 16, 2026
More

    Gereja Katolik Merayakan Kehidupan Santo Yohanes dari Kapistrano, Pelindung Imam Militer

    Duta, Kategorial | Pada 23 Oktober 2024, Gereja Katolik merayakan kehidupan dan warisan Santo Yohanes dari Kapistrano, seorang imam Fransiskan yang dikenal karena kontribusinya dalam berbagai bidang, mulai dari misi penginjilan, upaya penyatuan umat Kristen Timur dan Barat, hingga peran penting dalam sejarah militer.

    Santo Yohanes dari Kapistrano diakui sebagai pelindung bagi imam militer.

    Dalam sebuah audiensi umum pada tahun 2002, Santo Yohanes Paulus II memuji “kesaksian penginjilan yang luar biasa” yang ditunjukkan oleh Yohanes, serta dedikasinya sebagai imam yang dengan murah hati mempersembahkan hidupnya demi keselamatan jiwa-jiwa.

    Lahir di Italia pada tahun 1385, Yohanes tumbuh dalam asuhan seorang ibu yang berjuang keras untuk mendidiknya setelah kematian ayahnya, seorang ksatria Prancis atau Jerman. Setelah menyelesaikan pendidikan hukum sipil dan Gereja di Perugia, Yohanes segera menjadi figur penting dalam masyarakat dan diangkat sebagai gubernur kota pada usia 26 tahun.

    Karier politiknya berakhir ketika ia dipenjarakan saat berusaha mengakhiri perang antara Perugia dan keluarga Malatesta yang berkuasa. Selama masa penahanannya, Yohanes mengalami pengalaman spiritual yang mengubah hidupnya.

    Setelah bermimpi bertemu dengan Santo Fransiskus dari Assisi, ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawinya dan bergabung dengan ordo Fransiskan pada tahun 1416.

    Dibimbing oleh Santo Bernardine dari Siena, Yohanes dikenal karena khotbahnya yang kuat dan pendekatannya yang fokus pada seruan kepada nama Yesus. Sebagai imam, ia berkhotbah di seluruh Italia dan Eropa Tengah, menentang ajaran sesat Hussite tentang Ekaristi.

    Setelah jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453, Yohanes diutus oleh Paus untuk memobilisasi para pemimpin Eropa dalam mempertahankan wilayah mereka dari invasi Turki. Pada tahun 1456, ia bergabung dengan Jenderal Janos Hunyadi dalam mempertahankan Belgrade dari pasukan Sultan Mehmet II.

    Kemenangan penting ini menjadi salah satu prestasi terbesar Yohanes, meskipun ia sendiri jatuh sakit tak lama setelah pertempuran dan meninggal pada 23 Oktober 1456.

    Santo Yohanes dari Kapistrano dikanonisasi pada tahun 1724, dan hingga kini, ia dikenang sebagai pelindung pendeta militer dan simbol perjuangan demi iman dan keadilan. [S]

    (Sumber: Staf CNA, 23 Oktober 2024)

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles