Sunday, April 5, 2026
More

    Mengulik ‘Zaman Kegelapan’ Abad Pertengahan: Mitos dan Realitas

    Mengabaikan 'Zaman Kegelapan' Memberi label pada periode sejarah yang besar ini sebagai masa dengan sedikit kemajuan budaya dan masyarakatnya sebagai masyarakat yang terbelakang, mungkin dianggap sedikit berlebihan.

    MAJALAHDUTA.COM, SEJARAH- Abad Pertengahan, periode antara abad ke-5 hingga ke-15, sering dianggap sebagai masa ‘Zaman Kegelapan’ yang dipenuhi dengan ketidaktahuan, mitos, dan ketidakmampuan.

    Namun, istilah ini memiliki sejarahnya sendiri yang perlu dilihat dengan lebih kritis.

    Sejarah Abad Pertengahan dimulai setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi dan berlangsung selama lebih dari 900 tahun hingga era Renaisans.

    Dalam periode ini, masyarakat Eropa sering digambarkan tenggelam dalam kebodohan, buta huruf, penindasan sosial, dan mitos.

    Penggunaan istilah ‘Zaman Kegelapan’ pertama kali dikaitkan dengan Francesco Petrarca, atau dikenal sebagai Petrarch, seorang ilmuwan Italia pada abad ke-14.

    Ia merasa kecewa dengan kurangnya karya sastra berkualitas pada masanya dan menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kurangnya kemajuan budaya.

    Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa istilah ini terlalu umum dan kadang-kadang kurang tepat. Masa Abad Pertengahan bukanlah periode tunggal yang seragam.

    Itu terdiri dari periode yang berbeda, mulai dari Abad Pertengahan Awal, Pertengahan, hingga Akhir, masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri.

    Dalam kenyataannya, Abad Pertengahan juga memiliki sisi yang cerah.

    Misalnya, saat meningkatnya aktivitas misionaris Kristen yang berdampak positif pada pertukaran pengetahuan dan budaya antara berbagai kerajaan.

    Sejarawan juga menemukan bukti tentang perjalanan orang-orang Anglo-Saxon ke berbagai belahan Eropa, yang membuktikan bahwa komunikasi antarbudaya terus berlangsung.

    Wabah black death atau kematian hitam melanda Eropa abad pertengahan. (Student History)

    Selain itu, Abad Pertengahan telah melahirkan sastra yang dihargai dan dinikmati oleh masyarakat kelas atas. Ini adalah masa di mana sastra berkembang dan dihargai tinggi.

    Terlepas dari pandangan awal yang meremehkan Abad Pertengahan sebagai ‘Zaman Kegelapan’, sejarah ini tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari evolusi masyarakat Eropa dan perkembangan budaya.

    Dalam konteks modern, istilah ‘Zaman Kegelapan’ mungkin terlalu merendahkan dan tidak lagi relevan.

    Mungkin saatnya untuk melihat Abad Pertengahan dengan lebih cermat dan menghindari generalisasi yang seringkali tidak akurat.

    Editor: Kai – DUTA
    Sumber: National Geographic Indonesia

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles