Friday, April 17, 2026
More

    Mulai 1 Januari 2022 Stasi Ledo Pisah Administrasi dari Paroki Bengkayang

    By Sam| MD| KOMSOSKAP

    MajalahDUTA.Com, Bengkayang- Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mulai 1 Januari 2022 menetapkan Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo untuk berstatus pisah administrasi dengan Paroki Santo Pius X Bengkayang.

    Paroki Santo Pius X Bengkayang adalah salah satu paroki dari Keuskupan Agung Pontianak berpusat di Kecamatan Bengkayang dan Kabupaten Bengkayang – Kalimantan Barat.

    Sejak didirikan tanggal 1 September 1934, Paroki Bengkayang telah berkembang sedemikian pesat.

    Perkembangan awal umat yang beriringan dengan banyaknya stasi membuat Paroki Bengkayang salah satu wilayah yang notabene mayoritas umat Katolik.

    Uskup Agustinus melihat bahwa paroki Bengkayang memiliki potensi besar untuk perkembangan umat kedepan, apalagi perbatasan antara Malaysia dan Indonesia kedepan akan dibangun border bertempat di Jagoi Babang.

    Dengan prospek kedepan Uskup Agustinus melihat kesempatan itu sebagai peluang yang menjadi strategi perkembangan pendampingan iman, dan berpotensi untuk mempersiapkan mental serta ekonomi masyarakat setempat.

    Dalam kunjungan ke Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo pada 18-19 Desember 2021 Uskup Agustinus mengumumkan kepada umat Ledo bahwa mulai tanggal 1 Januari 2022, stasi Ledo resmi pisah administrasi dari Paroki Bengkayang.

    Dengan kata lain Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo berubah status menjadi quasi paroki.

    Sudah ada Pastor Russel OAR (Order of Agustininian Recollects) dan dua (2) tenaga Imam OAR kemudian yang akan bertugas di Ledo dan melayani sebanyak 27 kampung.

    “Kita doakan agar kedepan bisa berkembang paroki yang maju dan pelayanan dengan umat semakin dekat,” kata Uskup Agustinus.

    Dalam Misa pada Minggu 19 Desember 2021, hadir pula Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dan Pastor Paroki Bengkayang RD Yulius Endi Subandi.

    Pastor Paroki RD Subandi mengucapkan terima kasih banyak kepada Uskup Agung Pontianak yang dengan visionernya melihat dan memprediksi potensi yang ada di stasi Ledo.

    Langkah Konkret

    Pada kesempatan itu pula Darwis menyatakan dukungannya dan berterima kasih kepada Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus karena sudah berani mengambil langkah-langkah konkret dalam pelayanan untuk umat.

    Bagi Darwis, Uskup Agustinus adalah sosok yang sudah melihat jauh kedepan terutama untuk pembangunan dan perkembangan umat di Ledo dan terlebih khusus di Kabupaten Bengkayang.

    Baca juga: Uskup Agustinus akan bangun Patung Maria Gaya Tionghua di Pemangkat

    Bupati Darwis juga menyinggung visionernya Uskup Agustinus dalam melihat potensi perkembangan ekonomi masyarakat karenanya Uskup Agustinus berupaya menjadikan Bengkayang destinasi sebagai destinasi wisata rohani Kalimantan dengan mendirikan Patung Yesus Raksasa di Jagoi Babang.

    Darwis berharap Stasi Ledo segera berdiri Paroki baru dan bisa segera melayani umat ke 27 kampung itu dengan lebih aktif serta inovatif. Bukan hanya untuk kepentingan rohani semata, melainkan juga untuk perkembangan mental serta intelektual sebab hal itu yang menjadi krusial dalam pembangunan peradaban.

    Paroki Santo Agustinus dari Hippo

    Pada kesempatan itu pula, Uskup Agustinus mengumumkan bahwa selama satu tahun Pastor Russel OAR sudah menyesuaikan diri dengan stasi Ledo yang harapannya kedepan Pastor Russel bersama dua saudaranya bisa melayani 27 kampung di wilayah Ledo dengan lebih nyaman dan aktif di tengah umat.

    Sebagaimana ‘Order of Agustininian Recollects’ yang merupakan Agustin yang bertugas di Ledo tentunya mereka bermimpi setelah dibangunnya gereja paroki dan pastoran baru mereka (OAR) juga akan memberikan nama paroki sesuai dengan spritual yang mereka hidup yakni Santo Agustinus dari Hippo.

    “Saya dengar dari Pastor Russel, mereka sudah pesan patung Santo Agustinus dari Hippo,” ujar Uskup Agustinus dengan joke khasnya depan umat.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles