DUTA, Landak – Keterlambatan penerbangan masih menjadi permasalahan utama dalam sistem transportasi udara di indonesia yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, terutama pada sektor ekonomi, pariwisata, dan distribusi logistik, meskipun jumlah penumpang sering meningkat setiap tahunnya.
Transportasi udara memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan manusia dan barang di indonesia yang memiliki kondisi geografis kepulauan. Pesawat udara menjadi pilihan utama masyarakat karena kecepatan dan jangkauannya yang luas, terutama untuk perjalanan jarak jauh antar provinsi maupun antar pulau. Namun, di balik keunggulan tersebut, sektor transportasi udara masih dihadapkan pada berbagai permasalahan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah keterlambatan penerbangana atau delay. Keterlambatan ini di sebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca buruk, gangguan teknis pesawat, kepadatan lalu lintas udara, hingga keterbatasan fasilitas bandara (Rahimudin, 2014).
Dampak dari keterlabatan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga oleh pelaku usaha yang bergantung pada ketepatan waktu pengiriman barang melalui jalur udara (Kadek, Dewi, & Syaputra, 2025).
Menurut pengamatan di beberapa bandara besar di Indonesia, peningkatan jumlah penumpang tidak selalu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur bandara. Kepadatan jadwal penerbangan pada jam-jam tertentu sering kali menyebabkan antrean pesawat di landasan pacu, baik saat lepas landas maupun mendarat. Kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu tunggu dan meningkatkan risiko keterlambatan penerbangan (Marine, Ricardianto, & Setia, n.d.)
Selain masalah keterlambatan, faktor keselamatan penerbangan juga menjadi perhatian penting dalam hal perawatan pesawat, kepatuhan terhadap prosedur operasional, serta pengawasan terhadap maskapai pengerbangan. Keslamatan menjadi aspek krusial karena menyangkut nyawa manusia dan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi udara (Siahaan, Alzura, & Daffa, 2024).
Permasalahan lain yang tidak kalah penting adalah tingginya biaya operasional penerbangan. Harga bahan bakar avtur, biaya perawatan pesawat, serta biaya pelayanan bandara menjadi komponen utama yang memengaruhi harga tiket pesawat. Kondisi ini sering kali bedampak pada naiknya harga tiket, terutama pada musim liburan atau periode permintaan tinggi.
Akibatnya, sebagian masyarakat merasa terbebani dan memilih moda transportasi lain yang mudah terjangkau, meskipun membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama (Access, Alves, & Caetano, 2016)
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, permasalahan transportasi udara sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. keterlambatan penerbangan dapat menyebabkan penumpang kehilangan jadwal kerja, pertemuan bisnis, hingga kesempatan penting lainnya.
Bagi pelaku usaha logistic, keterlambatan pengiriman jalur udara dapat berdampak pada rantai pasok, terutama untuk barang yanag bersifat mudah rusak atau memiliki batas waktu pengiriman yang ketat.
Di sisi lain, kualitas pelayanan juga menjadi sorotan. Fasilitas ruang tunggu, sistem informasi penerbangan, serta pelayanan terhadap penumpang saat terjadi gangguan penerbangan masih perlu ditingkatkan.
Informasi yang tidak jelas dan lambat sering kali memicu ketidakpuasan penumpang. Dalam situasi keterlambatan, penumpang membutuhkan kepastian informasi terkait jadwal keberangkatan, kompensasi, dan solusi alternatif yang disediakan oleh maskapai.
Pemerintah melalui otoritas penerbangan sipil terus berupaya melalukan perbaikan dengan memperketat regulasi, meningkatkan pengawasan, serta mendorong pengembanagan infrastruktur bandara.
Pembangunan dan perluasan bandara di berbagai daerah diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas udara dan meningkatkan efisiensi operasional penerbangan. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan lalu lintas udara menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketepatan waktu penerbangan.
Salah satu pengamat transportasi udara menyarakan bahwa permasalahan dalam transportasi udara tidak dapat diselesaikan secara parsial. “diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan penyedia layanan navigasi udara agar sistem transportasi udara dapat berjalan lebih efektif daqn efisien,” ujarnya. Pernyataan tersebutmenegaskan pentingnya koordinasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan penerbangan.

Dalam jangka panjang, perbaikan sistem transportasi udara diharappkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Transportasi udara yang andal dan tepat waktu akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan daya saing sektor pariwisata, serta mempercepat distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, penyelesaian permasalahan transportasi udara menjadi agenda penting yang harus terus diupayakan secara berkelanjutan.
Permasalahan dalam transportasi udara, seperti keterlambatan penerbangan, keselamatan, biaya operasional, dan kualitas pelayanan, masih mejadi tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Upaya perbaikan melalui pengingkatan infrastruktur, pengawasan, serta pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi uadara yang lebih aman, efisien, dan berorientasi pada kepentingan publik meningkatnya kebutuhan mobilitas dan distribusi barang di Indonesia.
Daftar Pustaka
Access, O., Alves, U., & Caetano, M. (2016). Analysis of ticket price in the airline industry from the perspective of operating costs , supply and demand Preços de passagens aéreas analisados sob a perspectiva dos, 7(2), 21–28.
Kadek, N., Dewi, R., & Syaputra, A. (2025). Pengaruh Keterlambatan Penerbangan Terhadap Kepuasan Penumpang pada Maskapai Super Air Jet di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Sekolah Tinggi Teknolgi Kedirgantaraan Yogyakarta , Indonesia Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub
) pada divisi Indonesia pada tahun 2023 . Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui penyebab, (1).
Marine, J., Ricardianto, P., & Setia, J. (n.d.). On Time Performance pada Bandara Internasional On Time Performance of Soekarno-Hatta International Airport, 10(03), 203–214.
Rahimudin. (2014). ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KETERLAMBATAN AKIBAT AIRPORT FACILITIES TERHADAP TOTAL FLIGHT DEPART PESAWAT GARUDA INDONESIA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA PERIODE BULAN FEBRUARI SAMPAI DENGAN, 7, 89–102.
Siahaan, L. D., Alzura, W., & Daffa, M. H. (2024). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ON-TIME PERFORMANCE PADA PENERBANGAN MASKAPAI SRIWIJAYA AIR DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TAHUN 2024, x(x).
*Oleh: Emi Pebriyanti & Villaria – Mahasiswa Logistik – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo




