Duta, Pontianak | Pernahkah kamu mendengar istilah “Mahasiswa Kupu-Kupu”? Istilah ini merujuk pada pola Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang. Rutinitas yang hanya berkutat antara mendengarkan dosen di kelas dan kembali ke rumah, tanpa ada aktivitas tambahan yang membangun nilai diri.
Memang, tugas utama mahasiswa adalah belajar dan mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Namun, di era yang dinamis ini, kampus bukan satu-satunya tempat menimba ilmu. Dunia nyata adalah laboratorium sesungguhnya. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menyerap teori, tetapi juga aktif berperan dan terjun langsung ke masyarakat.
Semangat untuk tidak monoton inilah yang baru saja ditunjukkan oleh para mahasiswa dari Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Pontianak.

Belajar dari Lapangan dan Sosialisasi Administrasi Kependudukan
Mematahkan stigma mahasiswa yang hanya duduk diam di kelas, mahasiswa AKUB Pontianak mengambil langkah konkret dengan melakukan kegiatan edukasi di luar kampus. Fokus kegiatan mereka sangat krusial dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, yakni Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan.
Mengapa kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa harus berperan? Yang pertama karena Relevansi Ilmu Keuangan dengan Data Kependudukan ,mahasiswa keuangan dan perbankan, memahami administrasi kependudukan bukan sekadar wawasan umum, melainkan fondasi profesional.
Dalam dunia perbankan, prinsip Know Your Customer (KYC), pembukaan rekening, hingga analisis kredit, semuanya bermuara pada validitas data kependudukan (KTP, KK, dsb).
Dengan terjun langsung menyosialisasikan hal ini, mahasiswa AKUB Pontianak tidak hanya belajar teori, tetapi memahami betapa vitalnya data yang valid bagi integritas sistem keuangan dan negara. Yang kedua yaitu karena Mengasah Soft Skill Melalui Interaksi Nyata.
Ketika melakukan sosialisasi pengelolaan informasi ini kepada masyarakat atau pihak terkait, mahasiswa sedang mengasah kemampuan yang tidak diajarkan di buku teks: Komunikasi Publik: Menjelaskan prosedur birokrasi yang rumit menjadi bahasa yang mudah dimengerti. Empati: Memahami kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengurus administrasi.
Problem Solving: Membantu memberikan solusi atas ketidaktahuan informasi di lapangan.
Dan yang ketiga yaitu karena Menjalankan Peran sebagai Agent of Change Mahasiswa AKUB Pontianak dalam kegiatan ini bertindak sebagai jembatan informasi.
Di saat masih banyak masyarakat yang mungkin abai atau bingung tentang pentingnya pemutakhiran data penduduk, mahasiswa hadir untuk memberikan pencerahan. Ini adalah bentuk nyata pengabdian masyarakat.

Pentingnya Aktif di Luar Kelas
Langkah yang diambil oleh mahasiswa AKUB Pontianak ini seharusnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Aktif di luar kampus memberikan manfaat jangka panjang yang tak ternilai: Membangun Jejaring (Networking): Berinteraksi dengan dinas terkait, tokoh masyarakat, dan warga memperluas koneksi yang kelak berguna di dunia kerja.
Portofolio Nyata: Saat lulus nanti, CV kamu tidak hanya berisi daftar nilai, tetapi juga pengalaman riil: “Pernah menjadi inisiator sosialisasi administrasi publik.”
Kedewasaan Berpikir: Masalah di lapangan seringkali lebih kompleks daripada soal ujian. Menghadapinya akan mendewasakan pola pikirmu.
Jadilah Mahasiswa yang Berdampak
Masa kuliah adalah waktu yang singkat. Jangan biarkan tahun-tahun berhargamu berlalu hanya dengan menatap papan tulis. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan Pontianak adalah bukti bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja. Mereka memilih untuk peduli, mereka memilih untuk aktif, dan mereka memilih untuk berperan dalam menata tertib administrasi di lingkungannya.
Sekarang giliranmu. Keluarlah dari zona nyaman, temukan isu di sekitarmu, dan jadilah bagian dari solusi. Karena mahasiswa bukan hanya tentang apa yang kamu pelajari, tapi tentang apa yang kamu berikan bagi lingkunganmu.
*Paulinus Jang – Dosen AKUB – San Agustin.




