Duta, Singkawang | Masih dalam suasana Natal dengan haru dan kebersamaan yang menyelimuti Lapas Kelas II B Singkawang pada perayaan Natal diadakan bersama Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, juga diikuti oleh Dominikan Awam chapter Santo Dominikus, pada Minggu, 5 Januari 2025.
Dalam perayaan yang istimewa itu, Uskup Agustinus mengungkapkan pesan penuh makna tentang kasih Tuhan yang tidak mengenal batas, bahkan bagi mereka yang dianggap “kecil” dan terpinggirkan.
Dalam homilinya, Uskup Agustinus mengingatkan umat yang hadir termasuk warga binaan, bahwa kasih Tuhan selalu hadir untuk semua umat-Nya.
“Tuhan selalu mencintai anak-anak-Nya. Seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci, Malaikat Gabriel datang memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala. Karena ketulusan hati mereka, Tuhan menunjukkan kasih-Nya dengan memberi mereka kehormatan untuk menjadi yang pertama kali bertemu dengan Sang Juruselamat,” ujar Uskup Agustinus.
Uskup Agustinus kemudian melanjutkan, bahwa menjadi “orang kecil” berarti memiliki kerendahan hati, baik di hadapan Tuhan maupun sesama. Menjadi pribadi yang jujur, tulus, dan rendah hati, adalah contoh nyata yang harus diikuti oleh setiap umat sebagaimana para gembala sederhana itu di datangi oleh Malaikat Gabriel sebagai orang pertama yang turut menyaksikan kehadiran Sang Mesias.
“Saya juga berasal dari kampung (Lintang Pelaman), tanpa jalan raya, bahkan listrik baru tahun lalu masuk ke kampung saya. Namun Tuhan memilih saya untuk menjadi Uskup Agung Pontianak. Ini menunjukkan bahwa dengan kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil,” kata Uskup Agustinus.

Natal hari itu, usai homili, Uskup Agustinus mengajak seluruh umat untuk senantiasa hidup dalam harapan dan kasih, serta meneladani kehidupan yang lebih baik setiap harinya.
“Percayalah, cara Tuhan bekerja tidak dapat kita ketahui, tetapi yakinlah bahwa Ia selalu membawa kebaikan bagi umat-Nya,” tambahnya.
Perayaan Natal itu ditutup dengan berkat yang diikuti oleh seluruh warga binaan di Lapas Singkawang. Sebagai wujud kasih dan perhatian, Uskup Agustinus juga memberkati dan membagikan kado Natal kepada setiap warga binaan, sebuah tradisi yang telah dilakukan setiap tahun sebagai bentuk kedekatan dan kepedulian terhadap mereka.
Peristiwa perayaan Natal yang dilakukan oleh Uskup Agustinus untuk mengunjungi warga binaan baik di Rutan maupun Lapas sudah menjadi agenda utama setiap tahunnya. Bahkan peristiwa itu tidak hanya menjadi momen semangat pelayanan tetapi bentuk cinta mendalam yang sekaligus menunjukkan bahwa kasih Tuhan tidak memandang status atau latar belakang.
“Semua umat, tak terkecuali mereka yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan, layak merasakan kebahagiaan dan harapan yang dibawa oleh perayaan Natal,” tuturnya.
By. Samuel – KOMSOS KAP (Sumber foto: Martin)




