Wednesday, February 11, 2026
More

    Pergeseran Pemasaran dari Sekedar Menjual Barang Ke Membangun Nilai Dan Identitas

    DUTA, Pontianak – Dulu pemasaran sering dipahami secara sederhana sebagai aktivitas menjual produk sebanyak mungkin. Peusahaan berfokus pada bagaimana barang produksi, dipromosikan, dan akhirnya dibeli oleh konsumen strategi seperti diskon besar-besaran, iklan agresif, serta penonjolan keunggulan fitur produk menjadi andalan utama.

    Namun, seiring berjalannya waktu atau perkembangan zaman pada saat ini, cara pandang tersebut semakin kehilangan relevansinya. Dunia pemasaran kini telah bergeser secara singifikan, bukan lagi sekedar menjual barang, melainkan membangun nilai dan identitas merek dibenak konsumen.

    Menurut literatur strategi pemasaran modern, keberhasilan perusahaan saat ini sangat dipengaruhi oleh kemampuannya membangun merek yang kuat serta menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen, terutama di era digital (Minhaj Pustaka, 2023). Dengan demikian, pemasaran berkembang dari sekadar aktivitas menjual menjadi strategi membangun makna dan nilai.

    Perubahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kemajuan teknologi digital, meningkatnya daya kritis konsumen, hingga perubahan gaya hidup masyarakat. Konsumen masa kini tidak lagi pasif menerima pesan iklan.

    Mereka aktif mencari informasi, membandingkan produk, membaca ulasan, serta membentuk opini sendiri sebelum mengambil keputusan pembelian. Akibatnya, perusahaan dituntut untuk memahami konsumen secara lebih mendalam, bukan hanya menawarkan produk yang dianggap bagus.

    Pergeseran Orientsi Produk Ke Orientasi Pemasaran

    Pemasaran tradisional cenderung menggunakan pendekatan product oriented, yaitu menekankan kualitas produk dan harga sebagai faktor utama keberhasilan. Dalam pendekatan ini, konsumen sering diposisikan sebagai pihak pasif yang hanya menerima informasi dari perusahaan. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan antarperusahaan cenderung homogen dan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan.

    Disinilah muncul pergeseran menuju pemasaran berbasis konsumen (customer oriented), yaitu strategi pemasaran yang berfokus pada pemahaman kebutuhan, keinginan, dan perilaku konsumen.

    Menurut Penerbit Widina (2023), pemahaman perilaku konsumen merupakan dasar penting dalam merancang strategi pemasaran, karena keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan emosional. Oleh karena itu, pemasaran tidak lagi hanya tentang menciptakan produk, tetapi tentang menciptakan nilai (value) bagi konsumen. 

    Nilai yang dimaksud bukan sekadar manfaat fungsional, tetapi juga mencakup nilai emosional, sosial, dan simbolik. Konsumen membeli bukan hanya karena butuh, tetapi juga karena merasa cocok, merasa bangga, atau merasa terwakili oleh suatu merek.

    Konsumen Membeli Makna Dan Identitas 

    Salah satu ciri penting pemasaran modern adalah meningkatnya peran merek sebagai simbol identitas. Konsumen tidak hanya membeli produk karena kebutuhan, tetapi juga karena makna yang melekat pada merek tersebut. Dalam kajian perilaku konsumen dijelaskan bahwa produk sering dipilih karena dapat merepresentasikan gaya hidup, status sosial, dan kepribadian konsumen (Penerbit Widina, 2023).

    Fenomena ini terlihat dari kecenderungan konsumen memilih merek tertentu karena diasosiasikan dengan nilai tertentu, seperti modernitas, profesionalisme, kepedulian lingkungan, atau religiusitas. Produk kemudian berfungsi sebagai alat ekspresi diri. Dengan demikian, merek bukan hanya nama, tetapi telah menjadi identitas simbolik yang memiliki nilai psikologis bagi konsumen.

    Oleh sebab itu, perusahaan perlu membangun identitas merek secara konsisten. Ketika konsumen memiliki keterikatan emosional dengan merek, maka hubungan yang terbentuk akan lebih kuat dibandingkan sekadar hubungan transaksional.

    Branding Sebagai Jantung Pemasaran Modern

    Branding menjadi elemen sentral dalam strategi pemasaran modern. Menurut Minhaj Pustaka (2023), membangun brand di era digital bukan hanya berkaitan dengan visual seperti logo dan slogan, tetapi juga mencakup penciptaan citra, kepribadian merek, serta pengalaman konsumen. Branding yang kuat mampu menciptakan persepsi positif dan membangun kepercayaan jangka panjang.

    Konsumen cenderung lebih loyal terhadap merek yang mereka percaya. Loyalitas ini muncul bukan karena promosi sesaat, melainkan karena pengalaman positif yang konsisten. Hal ini sejalan dengan temuan dalam jurnal Musytari yang menunjukkan bahwa keputusan dan loyalitas konsumen dipengaruhi oleh persepsi, pengalaman, serta hubungan emosional dengan merek (CIB Institut, 2022).

    Dengan demikian, pemasaran modern lebih menekankan pada pembangunan hubungan relationship marketing daripada sekadar pencapaian penjualan jangka pendek.

    Peran Era Digital Dalam Perubahan Pemasaran

    Perkembangan teknologi digital semakin memperkuat pergeseran paradigma pemasaran. Media sosial dan platform digital memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi secara luas, menyampaikan opini, serta berbagi pengalaman dengan konsumen lain.

    Menurut (Minhaj Pustaka 2023), era digital menuntut perusahaan untuk lebih adaptif, komunikatif, dan interaktif dalam membangun merek.Komunikasi antara perusahaan dan konsumen kini bersifat dua arah. Konsumen dapat memberikan kritik, saran, bahkan mempengaruhi citra merek melalui ulasan dan komentar di media sosial.

    Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk bersikap lebih terbuka, responsif, dan berorientasi pada pengalaman konsumen. Pemasaran tidak lagi cukup dilakukan melalui iklan, tetapi juga melalui dialog dan keterlibatan.

    Relevansi Dalam Dunia Keuangan Dan Perbankan

    Pergeseran paradigma pemasaran juga sangat relevan dalam sektor keuangan dan perbankan. Lembaga keuangan tidak cukup hanya menawarkan produk seperti tabungan, kredit, atau investasi, tetapi juga harus membangun kepercayaan dan reputasi.

    Dalam industri jasa, kepercayaan merupakan aset utama yang menentukan keberlanjutan hubungan antara institusi dan nasabah.Nasabah memilih bank tidak hanya berdasarkan suku bunga, tetapi juga berdasarkan rasa aman, kualitas pelayanan, serta citra institusi. Oleh karena itu, pemasaran di sektor keuangan harus berlandaskan nilai seperti integritas, transparansi, dan orientasi pada kepentingan nasabah.

    Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran telah berkembang menjadi refleksi etika dan karakter organisasi. Dalam konteks ini, pemasaran bukan lagi sekadar alat bisnis, tetapi juga cerminan etika dan karakter sebuah institusi.

    Pergeseran pemasaran dari sekadar menjual barang menuju membangun nilai dan identitas merupakan konsekuensi dari perubahan lingkungan bisnis dan perilaku konsumen. Konsumen modern tidak hanya mencari produk yang fungsional, tetapi juga makna, pengalaman, dan identitas yang sesuai dengan nilai hidup mereka.

    Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi pemasaran yang berorientasi pada konsumen, membangun merek yang kuat, serta menciptakan hubungan jangka panjang yang berbasis kepercayaan.

    Bagi mahasiswa keuangan dan perbankan, pemahaman terhadap perubahan paradigma ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia profesional. Keberhasilan bisnis di masa depan tidak hanya ditentukan oleh produk yang ditawarkan, tetapi oleh kemampuan membangun nilai dan makna di hati konsumen.

     

    DAFTAR REFERENSI:

    Minhaj Pustaka. (2023). Strategi pemasaran modern: Membangun brand di era digital. Repository Minhaj Pustaka.
    https://repository.minhajpustaka.id/media/publications/610247-strategi-pemasaran-modern-membangun-bran-d9f4423f.pdf

    CIB Institut. (2022). Analisis perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Jurnal Musytari.
    https://ejournal.cibinstitut.com/index.php/musytari/article/view/4096/3600

    Penerbit Widina. (2023). Strategi pemasaran dan perilaku konsumen. Repository Penerbit Widina.
    https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/569052-strategi-pemasaran-perilaku-konsumen-349f1a86.pdf

    *Septiani Niken _ 3B mahasiswa AKUB_San Agustin Kampus II Pontianak
    *Editor – Samuel, S.E., M.M.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles