Duta, San Agustin | Senin, 24 Februari 2025. Siang itu, setelah saya pulang dari kampus, tak lupa saya mampir ke rumah tante. Saya memulai hari dengan rutinitas siang sederhana.
Namun, ada satu peristiwa kecil yang tak terduga yakni, “mencolek kangkung” dan mengajariku sebuah pelajaran beharga.
Kami berencana memasak tumis kangkung untuk makan siang.
Saat mencuci kangkung, saya tak sengaja menjatuhkan kangkung ke lantai dapur yang kotor.
Awalnya, saya meresa kesal dan ingin membuangnya saja.
Pikir saya“ Ah repot”. Namun, kemudian saya berpikir sayang kalau kangkung itu di buang. Mungkin ini adalah kesempatan untuk melatih kesabaran dan cara berpikir jernih.
Setelah saya berpikir, saya memutuskan untuk membersihkan kangkung yang jatuh itu dengan bersih dan teliti.
Saya memcucinya kembali dengan air yang banyak agar kotoran yang menempel hilang dan saya memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Meskipun awalnya merasa sedikit malas,dan saya memutuskan kankung tersebut untuk dicolek saja.
Saya menyadari betapa mudahnya saya membuang sesuatu yang dianggap tidak sempurna, padahal dengan sedikit usaha, saya bisa menyelamatkan dan memanfaatkannya.
Ini adalah mutiara tindakan pertama saya hari ini.
Menghargai setiap hal kecil dan berusaha memanfaatkannya secara maksimal – bahkan hal yang tampak sepele.
Setelah kangkung bersih, saya memasaknya atau merebus dengan penuh hati-hati. Saya menambahkan sedikit bumbu dan saya menumbuk sambal. Hasilnya kangkung menjadi enak dan terasa lebih special karena ada cerita dibaliknya.
Mutiara tindakan kedua: menjadi sebuah kesempatan untuk belajar berkreasi.
Peristiwa “mencolek kangkung” ini mengajari saya untuk lebih menghargai setiap hal kecil dalam hidup, dan untuk tidak mudah menyerah pada rasa malasatau ketidak nyamanan.
Terkadang, hal yang tampak sepele justru dapat memberikan pelajaran berharga. (Agustina Ficha, PMAT).




