MajalahDUTA.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mendorong para imam Madagaskar dan pria dan wanita religius yang tinggal di Roma untuk membentuk keluarga rohani yang bersatu, berpusat pada kasih Kristus, dan sukacita yang Tuhan berikan.
Menurut Bapa Paus, pengalaman pribadi dan komunitas umat beriman tentang pentahbisan kepada Kristus adalah bukti bahwa hidup dapat dijalani secara berbeda dalam terang Injil, yang memberikan sukacita sejati.
Paus menyampaikan ini kepada para imam, biarawan dan biarawati Madagaskar yang tinggal di Roma, di Vatikan pada hari Kamis.
Sebelumnya pada pagi yang sama, Paus Fransiskus menerima para uskup Madagaskar pada kesempatan kunjungan ‘ad Limina Apostolorum’ mereka ke Roma dan Paus menyapa Presiden Konferensi Waligereja yang juga hadir pada pertemuan ini.
Baca juga: Inti Pokok Konsili Vatikan II “Gaudium et Spes”
Bapa Suci mengunjungi Madagaskar pada September 2019, selama Kunjungan Apostoliknya di sana, serta ke Mauritius dan Mozambik.
Paus mengungkapkan kegembiraannya untuk memiliki pertemuan dan menyebutnya sebagai kesempatan untuk mengenal para religius lebih baik serta memahami lebih jelas harapan-harapan mereka sebagai orang-orang yang ditahbiskan dalam misi di Roma.
“Kehadiran Anda hari ini, sementara para Uskup Anda sedang dalam kunjungan ad limina, merupakan ekspresi persekutuan doa Anda dengan perjalanan spiritual yang mereka lakukan di makam Rasul Petrus dan Paulus,” kata Paus Fransiskus.
Kesatuan dan persatuan
Keberhasilan misi ini Bapa Paus mengingatkan bahwa semua itu bergantung pada persatuan yang mereka kembangkan di antara mereka sendiri dan para imam mereka, termasuklah kesaksian yang mereka bawa ke masyarakat.
“Mengejar kepentingan pribadi, ‘virus keegoisan’ ini, mengancam koeksistensi damai antara orang-orang, seperti antara putra dan putri dari negara yang sama. Persatuan ini sangat penting,” tegas Bapa Paus.
Sukacita Kristus
Menghadapi situasi ini, pengalaman pribadi dan komunitas tentang konsekrasi kepada Kristus adalah bukti bahwa hidup dapat dijalani secara berbeda dalam terang Injil, yang memberikan sukacita sejati.
Oleh karena itu, Bapa Paus mendorong mereka untuk selalu berjalan bersama dan menjadikan kehadiran mereka di Roma sebagai kesempatan berharga untuk memperkaya dan memperbaharui iman dalam jejak figur besar orang-orang kudus dan pria dan wanita suci yang telah mendahului mereka.
Bentuk keluarga spiritual yang besar
Bapa Paus mendorong mereka untuk membentuk keluarga spiritual yang besar serta memiliki sikap menghormati, mencintai dan mendukung satu sama lain. Semua itu dikemas dan menjadi tanda harapan bagi Gereja-Gereja khusus mereka dan untuk Madagaskar.
Baca juga: Museum Vatikan: Karya Belas Kasih
Bapa Suci mengakhiri dengan mempercayakan semua orang sebelum dia kepada Bunda Terberkati. Berdoa agar Maria menjadi perantara bagi mereka, Bapa Suci memohon berkat Tuhan atas Gereja di Madagaskar dan seluruh bangsa, dan meminta mereka untuk berdoa baginya.
“Semoga Bunda Maria membantu Anda untuk setia menjaga identitas Anda sebagai imam, pria dan wanita religius di tengah perubahan zaman ini,” harap Bapa Paus.
Dirilis pada 27 Oktober 2022, 12:03 Waktu Vatikan- Oleh: Deborah Castellano Lubov Koresponden VatikanNews.




