MajalahDUTA.Com, Pontianak- Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus turut menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral guna meningkatkan Sinergitas dalam rangka mendukung dan pengamanan pelaksanaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di wilayah Kalbar yang aman di masa Pandemi Covid-19, pada Rabu 15 Desember 2021 yang bertempat di ruang Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak.
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalbar H.Sutarmidji, S.H., M.Hum, Para Kepala Dinas Terkait di Provinsi Kalbar, Para Bupati di Wilayah Provinsi Kalbar, Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto, Waka Polda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin, Para Pejabat Utama Polda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Uskup Agung Pontianak Mrg.Agustinus Agus, serta Para Tokoh Agama di Wilayah Kalimantan Kalbar.
Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menyampaikan bahwa peran pemerintah dan aparat keamanan sangatlah dibutuhkan bagi umat beragama saat ini.
Baca Juga: Uskup Agustinus akan bangun Patung Maria Gaya Tionghua di Pemangkat
Terlebih sebentar lagi seluruh dunia terutama umat Katolik akan serentak merayakan pekan Natal 2021 dan semua masyarakat Indonesia bahkan dunia juga akan merayakan tahun baru 2022.
Bagi Uskup Agustinus peran pemerintah dan jajaran aparat keamanan negara dalam hal ini menjadi ‘tameng’ alias benteng paling depan dalam menertibkan perayaan tahunan ini.
Dalam sambutannya Mgr Agustinus Agus menyampaikan terutama dalam perayaan Natal yang akan dilaksanakan nanti terdapat dua hal. Yang pertama adalah ritual dan seremonial.
“Seremonial itu adalah perayaan jasmani sedangkan kegiatan ritual itulah yang merupakan semacam ungkapan nyata keimanan kita kepada Tuhan dengan berdoa pergi ke tempat, lokasi dan cara tertentu. Berangkat dari situ maka tidak mungkin semua gereja kita tutup,” kata Uskup Agustinus.
Uskup Agustinus Agus mengisahkan setiap dalam pertemuan dengan umat selalu ia katakan: “Mati itu keharusan, tapi bunuh diri juga dosa. Walaupun mati itu keharusan, tapi kita juga tidak mau mati konyol maka kalau mati harapannya kita bisa masuk surga maka untuk itulah keimanan kita jaga melalui ritual keagamaan yang tampak,” kata Uskup Agustinus.
Sebagai Magisterium Gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agus juga khawatir jika umat terus menerus tidak masuk dalam gereja pelan-pelan juga bisa terkikis dan kehilangan keimanannya. Kemudian ini juga pasti akan berdampak yang besar bagi kehidupan orang lain.
Baca juga: “Serasa Bermimpi Bisa ikut Kakek Uskup Agus Jalan,” ungkap Levi
Logika sama yang Uskup Agustinus sampaikan terkait dengan protokol kesehatan, Uskup Agustinus berharap para imam di setiap paroki masing-masing hendaknya mengkoordinasikan dengan gugus tugas protokol kesehatan setempat sebagaimana mendukung protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Kegembiaraan dan harapan
Bagi Uskup Agustinus untuk Gereja Katolik sendiri itu bukanlah masalah karena umat duduk dengan bangku-bangku dan jarak yang sudah ditentukan oleh panitia gereja.
Untuk acara seremonial hendaknya kerjasama dengan gugus tugas.
“Sedikit latar belakang Teologis kenapa gereja peduli terhadap masalah ini, saya mengutip Gaudium et Spes. Paulus VI.7 12 1965. Yang berbunyi: Kegembiraan dan harapan, duka dan ke Cemasan manusia dewasa ini, terutama yg miskin dan terlantar adalah kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid-murid Kristus pula,” kata Uskup Agustinus.
Uskup Agustinus menegaskan pula bahwa ia juga mengkritik bahasa yang berbunyi: karena Covid maka perayaan harus sederhana dan meriah. Baginya, sederhana dan meriah adalah konteks yang berbeda.
“Kita bisa buat acara sederhana tetapi meriah, misalnya sederhana dengan hanya ada umat 50 orang tetapi hanya dengan empat (4) orang penyanyi suasana bisa menjadi meriah. Jadi meriah tidak sama dengan kumpulan orang banyak,” tegas Uskup Agustinus.
Dalam wawancara khusus bersama Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan tentunya imam paroki yang merayakan perayaan Natal 2021 harus bekerjasama dengan gugus tugas sebagaimana Tema Natal 2021 tentang ‘Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan’, menjadi semakin bermakna di Indonesia sendiri, karena erat dengan persaudaraan. Baik dalam persaudaraan antara sesama maupun pemerintahan.
Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Aman
Pada kesempatan itu pula Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto menekankan agar peringatan Natal dan Tahun baru kali ini dilaksanakan dengan sehat dan aman.
Kapolda juga menegaskan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru tahun 2021 harus berlangsung dengan aman dan sehat. Baginya ada dua kunci yang harus dipegang yaknik selain aman juga harus sehat.
Selaras dengan hal itu, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto mengungkapkan agar semua masyarkat dapat menegakan aturan dengan tegas guna menekan lonjakan penularan Covid-19.
Pangdam juga mengingatkan bahwa jangan sampai terlalu banyak aturan tetapi implementasinya nol, ia menegaskan harus adanya penegakan aturan dan sanksi yang tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.
Sejalan dengan itu, Gubernur Provinsi Kalbar Sutarmidji menginstruksikan agar Vaksin Covid-19 yang ada agar segera didistribusikan.
Baca juga: Mulai 1 Januari 2022 Stasi Ledo Pisah Administrasi dari Paroki Bengkayang
Gubernur Kalbar lansung instruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar agar segera mendistribusikan Vaksin yang ada agar bisa menekan lonjakan kasus Covid-19 yang ada khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.
Adanya rapat koordinasi Lintas Sektoral menjelang dua perayaan besar itu semua peserta dan masyarakat tentunya mengharapkan dapat meningkatkan sinergitas dalam rangka mendukung dan mengamankan pelaksanaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada masa Pandemi Covid-19.




