Friday, April 17, 2026
More

    Pentingnya Donor Darah Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

    Duta, Pontianak | Sesuai dengan visi pemerintah Indonesia yaitu ingin mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.   Faktor yang sangat penting dalam mewujudkan visi ini adalah salah satunya harus memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Donor darah memiliki peran strategis dalam mendukung sistem ketahanan nasional.

    Menurut Hasibuan (2022), sumber daya manusia yang unggul adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bekerja, pengetahuan, sikap, keterampilan dan moral yang baik sehingga mampu melaksanakan tugas secara efektif, efisien, produktif dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan organisasi.

    Untuk mewujudukan visi tersebut, pemerintah harus lebih memperhatikan kualitas Kesehatan yang dimiliki oleh Masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang ada di Palang Merah Indonesia yang ada di Kota Pontianak pada tahun 2025, setiap hari kebutuhan darah diperlukan rata-rata 200 kantong darah per hari. Namun rata – rata darah yang tersedia setiap hari rata -rata nya 80 kantong.  Hal ini terjadi karena berkurangnya kesadaran dari Masyarakat di Kota Pontianak akan pentingnya donor darah.

    Berdasarkan data yang ada di Palang Merah Indonesia Pontianak, setiap hari pasti ada pasien yang membutuhkan darah, baik darah A, B, O maupun AB. Berita yang saya amati melalui  grup Whatsapp Komdas rata- rata pasien yang membutuhkan darah itu adalah anak kecil, anak muda sampai orang tua.

    Pada kenyataannya, penyakit yang banyak diderita oleh anak – anak kecil di kota Pontianak adalah kanker leukimia/ kanker darah. Oleh karena itu Walikota Pontianak, Bapak Edi Rusdi Kamtono mengajak warga Pontianak untuk tingkatkan kepedulian donor darah.

    Ketika pemerintah ingin mewujudkan visi mewujudkan Indonesia Emas 2045, harus diperhatikan lebih dahulu kualitas kesehatan anak – anak sejak dini. Seperti yang kita lihat bahwa pemerintah Indonesia sekarang sudah memberikan makan bergizi gratis bagi anak – anak SD, SMP, SMK dan SMA.

    Buku Pengantar Manajemen – AKUB Pontianak

    Hal ini adalah hal yang sangat positif karena pemerintah dengan sendirinya sudah menerapkan pola hidup sehat bagi anak- anak dengan harapan agar anak-anak memiliki pola makan yang sehat. Dengan pola makan yang sehat, maka membuat tubuh mereka menjadi sehat dan kuat.

    Menurut jurnal ilmiah dampak makan bergizi gratis memang tidak dirasakan pada jangka waktu pendek, melainkan program ini akan dirasakan oleh anak – anak Indonesia pada jangka waktu panjang, terutama mempersiapkan generasi emas 2045 yang lebih matang dari nutrisi sejak dini.

    Program ini sangat bermanfaat positif jika dikaitkan dengan kegiatan donor darah. Sebelum melaksanakan kegiatan donor darah, pihak PMI akan mengecek tensi darah kita dan hemoglobin. Jika memenuhi persyaratan, maka kita diperbolehkan untuk mendonor darah. Jika program makan bergizi gratis terus diterapkan oleh pemerintah, maka saya yakin bahwa ke depannya dapat terwujud sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

    Donor darah sangat penting untuk Indonesia Emas 2045 karena menjamin ketersediaan darah untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, peduli dan produktif.

    Usia minimal donor darah adalah 17 tahun. Edukasi dari PMI kepada anak – anak muda yang berusia 17 tahun juga harus semakin giat untuk disosialisasikan mulai sekarang karena demi menolong pasien yang sakit. Bentuk kepedulian terhadap orang lain harus kita miliki dari sekarang karena sesuai dengan slogan PMI, setetes darah menyelamatkan.

    Manfaat donor darah bagi pendonor yaitu pemeriksaaan kesehatan rutin, penurunan risiko jantung, produksi sel darah baru, dan berkontribusi sosial.  Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Dengan kita rutin melaksanakan donor darah, maka akan timbul kebahagiaan dalam diri pribadi kita karena sudah bisa menolong orang lain yang membutuhkan.

    Rutin mendonorkan darah dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas nasional.

    Sumber daya manusia yang sehat adalah merupakan pondasi utama bagi pembangunan nasional. Masyarakat yang memiliki tubuh yang sehat akan lebih bisa untuk berproduktif, memiliki daya saing tinggi dan mampu berkontribusi dalam Pembangunan dan inovasi. Dengan demikian dapat selaras dengan target Indonesia Emas 2045 untuk memiliki SDM unggul dan berdaya saing secara global.

    Rutin mendonorkan darah juga dapat menumbuhkan nilai solidaritas dan gotong royong yang tinggi. Ketika kita memiliki rasa kepedulian yang tinggi bagi sesama maka kita dapat menjaga persatuan dan stabilitas nasional dalam perjalanan menuju tahun 2045.

    Indonesia merupakan negara yang rawan terkena bencana. Ketika sebuah kota terkena bencana alam yang tidak terduga secara tiba – tiba, maka korban bencana akan lemah, lesu dan mengalami stress. Ketika stres, maka tubuh menjadi sakit. Seperti yang kita lihat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pada akhir November 2025, banyak Masyarakat yang membutuhkan darah.

    Dengan kejadian seperti ini, maka pentingnya memiliki niat untuk membantu mendonorkan darah untuk mendukung ketahanan nasional dan kesiapsiagaan bencana. Dengan adanya ketersediaan stok darah yang cukup maka maka dapat mengurangi angka kematian. Negara dengan sistem donor yang cepat dan kuat dapat mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.

    Peran generasi muda dalam donor darah sangat penting. Generasi muda memiliki peran yang sangat penting sebagai pendonor sukarela, agen edukasi kesehatan dan pelopor gaya hidup sehat dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

    Generasi muda yang memiliki tubuh sehat, maka tidak menjadi kendala baginya untuk meneruskan perjalanan hidup. Ketika kita sehat, maka kita dapat melaksanakan seluruh aktifitas yang kita inginkan. Salah satunya adalah bekerja, dengan bekerja maka kita dapat mempertahankan kehidupan. Di dalam bekerja juga, semua Perusahaan / instansi pasti menginginkan kualitas kesehatan pekerja yang benar – benar sehat karena karyawan yang sehat maka akan dapat bekerja secara maksimal dan produktif.

    Indonesia berada pada tahap yang penting dalam menghadapi bonus demografi  yaitu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat menjadi beban, yaitu rendahnya keterampilan, dan pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas sangat dibutuhkan.

    *Sri Novita, S.E., M.M. merupakan dosen di Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa_San Agustin Kampus II Pontianak. 

     

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles