Monday, April 27, 2026
More

    Manipulasi Konsumen, Iklan Menyesatkan, dan Tanggung Jawab Moral Pemasaran

    DUTA, Pontianak – Penjualan juga mencakup seluruh proses dari kegiatan menjual, mulai dari penetapan harga jual hingga pengiriman produk ke pembeli.

    Untuk memungkinkan transaksi terjadi, kegiatan penjualan dilakukan sebagai tampat penjualan secara umum dapat didefinisikan sebagai transaksi jual beli yang terjadi antara dua belah pihak atau lebih, dimana terjadi pertukaran dan pembayaran produk dengan alat pembayaran yang sah bahan atau komplementer dari pembelian sebelumnya, Dalam Pemasaran suatu Perusahaan harus memiliki Brend yang kuat dan unik agar bisa membuat konsumen tertarik dan mau membeli produk yang kalian jual.

    Dan Manipulasi Konsumen adakah Secara sengaja memengaruhi, menipu, atau mengarahkan keputusan konsumen dengan cara tidak transparan, tidak jujur, atau melanggar etika, sehingga konsumen membuat pilihan yang bukan berdasarkan informasi yang benar atau kesadaran penuh Sering terjadi contoh nya :

    • Diskon palsu di Toko Online Shop, menaikan harga lalu di berikan diskon 50 %, padahal harga nya sama saja.
    • Iklan berlebihan (Overclaim) missal nya pada BodyCare misa memutihan dalam 3 hari nyatanya tidak secepat itu.

    Manipulasi konsumen sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari dan sulit disadari karena dibungkus dengan strategi pemasaran yang halus. Oleh karena itu, konsumen perlu bersikap kritis, sementara pelaku usaha wajib menerapkan etika dan kejujuran dalam pemasaran.

    Iklan Menyesatkan  menyampaikan informasi tidak benar, dilebih-lebihkan, tidak lengkap, atau ambigu sehingga membuat konsumen salah paham dan akhirnya mengambil keputusan pembelian yang merugikan dirinya. 

    Tujuan Perusahaan Menggunakan Iklan Menyesatkan, Iklan menyesatkan sering digunakan untuk:

    • Meningkatkan penjualan jangka pendek
    • Memenangkan persaingan pasar
    • Menciptakan keunggulan semu
    • Menarik konsumen baru secara cepat

    Namun, keuntungan ini bersifat sementara dan berisiko tinggi.dan dapat , membuat konsumen kecewa dan trauma berbelanja  dan bertentangan dengan relationship marketing

    Tanggung Jawab dan Moral Pemasar. Praktik pemasaran yang tidak etis dapat merusak reputasi perusahaan dan mengakibatkan kerugian jangka panjang. Misleading advertising atau manipulasi informasi produk dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan konsumen dan munculnya kritik publik.

    Sebaliknya, mematuhi prinsip etika dapat meningkatkan citra positif perusahaan dan memperpanjang umur bisnis. Banyak aspek pemasaran, seperti iklan dan promosi, diatur oleh undang-undang untuk melindungi konsumen. Mematuhi etika pemasaran membantu perusahaan untuk tetap berada dalam batas hukum, sehingga menghindari sanksi atau tindakan hukum.

    Dalam banyak kasus, etika juga berfungsi sebagai landasan yang melampaui kepatuhan hukum, memastikan bahwa perusahaan juga beroperasi secara moral Perusahaan yang beretika dalam praktik pemasarannya cenderung lebih sukses dalam menerapkan program-program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

    Tindakan etis, seperti mempromosikan produk ramah lingkungan dan berkelanjutan, menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

    Perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan pemasarannya. Ini mencakup pengelolaan dampak negatif terhadap Masyarakat atau ekosistem, serta tanggung jawab untuk mempromosikan praktik berkelanjutan.

     

     DAFTAR REFERENSI:

    BUKU-AJAR-MNJ.PENJUALAN-DAN-KEWIRANIAGAAN.pdf

    EBOOK Etika dan Hukum dalam Pemasaran.pdf

    BUKU_Pemasaran Digital Strategi

    *Nevty Inggrid Rai, _ 3B mahasiswa AKUB_San Agustin Kampus II Pontianak

    *Editor – Samuel, S.E., M.M.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles