Duta, San Agustin | Senin, 24 Februari 2025 – Hari ini aku jam 4:20 bangun lanjut doa saat teduh trus scroll tiktok kemudian, membersihkan tempat tidur, trus aku mandi dan siap-siap pergi ke kampus tapi belum sempat sarapan dan tetap berangkat ke kampus karena ada mata kuliah di jam 8:00 pagi.
Aku pun berangkat sama teman ku sampai di kampus dosennya sudah berada di kelas. Dia memberikan tugas yang katanya pemanasan baru masuk kuliah dan selesai di jam 9:30 wib.
Aku bersama teman ku lanjut pulang? karena kami tadi berangkat tidak sarapan, “eh pas udah pertengah jalan dapat infomasi bahwa kuliah-nya offline.
Mau tidak mau balik arah, kembali ke kampus pukul 10:00 pagi.
Tidak ada informasi sedikit-pun padahal aku sama teman ku sudah beritahu itu pada chat ke group, tidak direspon, ‘ya makin kesal’.
Hati sebenarnya sudah malas mau masuk, eh tapi tetap dipaksa karena sadar sudah semester atas.
Sekarang aku memutuskan untuk tidak mau ketinggalan infomasi jadi tetap berusaha masuk, ya meskipun hati jengkel si, ke pengen pukul orang tapi tetap sabar, hemm.
Karena kesal tidak mendapat infomasi yang pasti, bukannya tak senang kuliah offline-nya tapi infomasinya buat kesal kasi tau mendadak gitu manknya badmood trus.
Kesal
Tadi masuknya jam 10:18 dosennya pun datang, tapi di hati masih kesal + mood.
Sudah tak baik-lah rasanya. Singkat cerita dose perkenalan dan sedikit cerita juga bahwa beliau pernah menjadi wartawan dll.
Tak ada angin, tak ada hujan, rasanya ‘ke asik gitu’ sama dosen-nya cara dia menjelaskan dan membangkitkan suasana kelas.
Beliau juga suka nanya random di situlah aku ke ngerasa mood udah memulai bagus,, apa lagi tadi diminta buat cerita yang terjadi hari itu juga.
Tidak enak sebenarnya, tapi ini aku udah jujur banget ceritanya!
Selama Pak Dosen menyampaikan cara buat majalah dan jurnal tadi mood sudah kembali.
Dah ngerasakan suasana belajar-nya. Aku pun udah mulai ketawa’’ saking asik nya berdiskusi dengan Pak Dosen.
Hari ini emang pajang dan tidak akan ada yang tau apa yang akan terjadi, jadi harus bisa mengontrol emosi dan mood yang sedang tidak baik’’ karena gak semua orang bisa mengerti tentang kita.
Dan tadi juga aku udah pasang muka yang sangat tidak baik – pengen marah sama dosennya tapi sadar? Kan kami mahasiswa hanya bisa mengikut apa kata dosen.
Ya meskipun buta, badmood sekali pun tapi tetap berusaha buat nurut sama dosen.
Ini bukan salah dosen-nya juga si, tapi informasi yang sudah beredar dari semalam dan bahkan tadi pagi juga bilang online.
Kalau semisal sudah bilang dari pagi masuk ke kampus mungkin kami gak langsung balik ke rumah. Alias biar tetap menunggu jam-nya mulai, informasinya datang pas sudah setengah jalan mau sampai rumah.
Itu-pun baru dapat informasi lagi, jadi dari sini kesal dan badmood – ku terjadi apa lagi posisi nya – sudah lapar banget manknya badmood.
Semoga ini tidak terulang kedua kalinya ya pak.
Kami perlu yang pasti’’ karena yang tidak pasti itu sangat sakit. (hehe).
Happy
Jujur ngerasa happy – pas pertengahan perkuliahan bersama Dosen Sam – ngerasa se-asik itu ya meskipun tidak tau kedepannya gimana, banyak berharap supaya beliau tidak berubah tetap sama seperti hari ini.
Ini cuman cerita keseharian dan akan menjadi cerita yang banyak ketika aku sudah menerapkan apa yang telah di ajarkan karena gak semua mahasiswa bisa punya pemikiran yang positif tentang dosen.
Dosen keras sama mahasiswa itu wajar karena mereka mendidik kita dan mengajarkan kita supaya kita bisa lebih baik dan berguna kedepannya.
“Menempuh sarjana bukanlah tentang mencapai titik akhir, tapi tentang menikmati proses belajar dan tumbuh. Setiap langkah, setiap kesulitan, dan setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Tetaplah semangat, percaya diri, dan pantang menyerah.” (Neli,PMAT -22 A).




