Wednesday, April 29, 2026
More

    Hari Raya Pentakosta, 564 Umat Katolik Terima Sakramen Krisma di Katedral Pontianak

    MAJALAHDUTA.COM – Pontianak, Minggu (19/5/2024) bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus berkenan menerimakan Sakramen Krisma kepada 564 umat yang berasal dari Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, dan Pastoral Mahasiswa.

    Misa penerimaan Sakramen Krisma ini dijadwalkan khusus oleh pihak gereja, yaitu pukul 11.00 WIB, dan disiarkan juga secara live streaming melalui channel youtube Paroki Katedral Pontianak.

    564 calon krisma, gabungan dari umat Paroki Katedral, dan Pastoral Mahasiswa (19/5/2024)

    Hadir mendampingi Bapak Uskup dalam perayaan ekaristi, RD. Alexius Alex, RP. Edmund Nantes, OP, RP. Gregorius Kukuh Nugroho, CM, dan RD. Serafikus Suwarno.

    Dalam kata pembuka, Uskup Agus mengatakan  Pentakosta artinya hari yang ke 50, dihitung dari Hari Raya Paskah. Bagi orang Yahudi, Pentakosta adalah hari raya pesta syukur atas panen.

    “Sama juga seperti kita di sini, merayakan gawai, naik dango, dan sebagainya”, tandas Uskup Agus.

    Penerimaan Sakramen Krisma oleh Uskup Agus (19/5/2024)

    Kata Uskup Agus, sekarang kita merayakan Pestakosta untuk mengenangkan peristiwa turunnya roh kudus atas para rasul. Turunnya roh kudus itu ditandai dengan angin ribut, angin kencang, dan turunnya lidah-lidah api.

    Lebih lanjut, Uskup Agus mengatakan, hembusan angin selalu melambangkan semangat, kehidupan. Dengan adanya hembusan angin, dan diterangi oleh lidah-lidah api, para rasul yang sebelumya takut, yang sebelumnya tidak berani mengakui Yesus sebagai penyelamat, dan yang selalu bersembunyi, takut ditangkap, sekarang menjadi berani.

    Urapan Minyak Krisma di dahi, dan tamparan halus di pipi kiri oleh Uskup Agus ke tiap calon krisma (19/5/2024)

    “Sejak peristiwa Pentakosta para rasul menjadi berani tampil mewartakan Yesus. Ibarat diutus secara khusus, apa pun resikonya. Dan sejak itu mereka menyadari bahwa pengikut-pengikut Yesus harus bersekutu, bersatu, satu dengan yang lain,” ujar Uskup Agus

    Oleh karena itu, lanjut Uskup Agus, Hari Raya Pentakosta untuk kita juga merupkan hari lahirnya gereja. Karena sebelumnya, sampai dengan hari Pentakosta, tidak ada kegiatan apa-apa dari para rasul. Dan baru setelah peristiwa Pentakosta para rasul bersekutu dengan yang lain untuk mewartakan Injil.

    Koor yang menyemarakan peerayaan ekaristi (19/5/2024)

    “Hari ini diterimakannya Sakramen Krisma kepada 564 umat yang berasal dari berbagai daerah di kalimantan Barat, menandakan bahwa Gereja menyatukan berbagai suku, dan bahasa,” tandas Uskup Agus.

    Menurut Uskup Agus, penerimaan Sakramen Krisma menunjukan bahwa kita mengakui, kalau kita ini manusia lemah, dan tidak mungkin bisa mengatasi kesulitan hidup dengan kekuatan sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Sama seperti para rasul yang baru berani mengakui Tuhan sebagai Juruselamat, setelah Tuhan campur tangan dalam hidup mereka melalui peristiwa Pentakosta.

    Komuni Kudus (19/5/2024)

    “Hari ini kalian akan diurapi dengan minyak krisma. Semoga dengan menerima Sakramen Krisma, iman kalian semakin dikuatkan, dan berani bersaksi tentang Yesus dalam hidup keseharian di keluarga, dan di tengah masyarakat,” ujar Uskup Agus.

    PM

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles