Saturday, October 17, 2026
More

    Dua Imam Baru MSA Ditahbiskan di Pakumbang, Uskup Samuel Tekankan Kesediaan untuk Diutus

    MajalahDUTA.Com | Gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak kembali menerima dua imam baru dari Serikat Misionaris Para Rasul Kudus (Misioneros de los Santos Apóstoles/MSA). P. Videlis Mersik Dosi, MSA, dan P. Fernandes Legius Bha, MSA, ditahbiskan menjadi imam oleh Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, dalam perayaan Ekaristi di Paroki Santo Fransiskus Asisi Pakumbang, Dekanat Landak, Kamis (15/10/2026).

    Perayaan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Mgr. Isaac Circuncisión Martínez Chuquizana, MSA, Uskup Keuskupan Cajamarca, Peru, bersama para imam, biarawan-biarawati, anggota Serikat MSA, keluarga kedua imam baru, perwakilan pemerintah, panitia, dan umat.

    Dalam homilinya, Uskup Samuel menggarisbawahi tiga hal penting dalam panggilan imamat, yakni kesiapan untuk diutus, kesediaan menggembalakan umat dengan sukarela dan semangat pengabdian, serta kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi.

    Suasana Tahbisan Imam di Paroki Pakumbang. (2026).

    Mengacu pada bacaan Kitab Suci dalam perayaan tersebut, Uskup Samuel mengangkat jawaban Nabi Yesaya ketika Tuhan bertanya siapa yang bersedia diutus-Nya: ā€œIni aku, utuslah aku!ā€

    Menurut dia, seorang imam harus siap menjalankan tugas perutusan Gereja dan tidak hanya mengikuti keinginan atau kenyamanan pribadi. Ketaatan menjadi bagian penting dalam kehidupan imamat, baik bagi imam diosesan maupun imam religius, sesuai dengan tanggung jawab dan tata pelayanan masing-masing.

    ā€œSekali lagi, seorang imam harus selalu siap untuk diutus,ā€ demikian penekanan Mgr. Samuel dalam homilinya.

    Menggembalakan dengan Sukarela

    Hal kedua yang disoroti adalah kesediaan menggembalakan umat bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela, bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan demi pengabdian.

    Uskup Samuel mengibaratkan tugas penggembalaan seperti perjalanan seorang gembala yang harus melewati sungai, jurang, bebatuan, panas terik, bahkan ancaman binatang buas. Gambaran itu menunjukkan bahwa pelayanan seorang imam tidak selalu mudah dan dapat menghadirkan berbagai tantangan.

    Homili Mgr. Dr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak – Tahbisan Imam di Pakumbang.

    Untuk memperjelas pesan tersebut, Uskup Samuel membagikan pengalamannya ketika pernah bertugas sebagai pastor paroki di Tebet, Jakarta Selatan. Suatu malam, sekitar pukul dua dini hari, dia diminta mendatangi seorang umat yang sedang sekarat untuk menerima Sakramen Perminyakan Suci.

    Pada awalnya, dia sempat merasa enggan karena masih ingin beristirahat. Namun, setelah mengalami pergulatan batin, dia menyadari bahwa kebutuhan umat harus didahulukan daripada kenyamanan pribadi. Dia akhirnya berangkat untuk memberikan pelayanan yang diperlukan.

    Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa seorang imam harus bersedia hadir ketika umat membutuhkan, termasuk dalam situasi yang tidak nyaman dan pada waktu yang tidak terduga.

    ā€œSiap demi pengabdian, bukan demi kenyamanan pribadi,ā€ menjadi pesan penting yang disampaikan dalam homili tersebut.

    Suasana orang tua dalam mendoakan calon Imam yang akan ditahbiskan – Paroki Pakumbang. (2026).

    Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi

    Poin ketiga adalah kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi. Uskup Samuel mengajak para imam dan seluruh umat untuk tidak takut menjalankan tugas perutusan, sekalipun harus berhadapan dengan keterbatasan fasilitas dan keadaan yang tidak selalu sesuai harapan.

    Dia mengingatkan bahwa kepercayaan kepada Tuhan harus disertai keberanian untuk bergerak, kesediaan memberikan yang terbaik, dan komitmen membawa damai serta kesejahteraan ke mana pun seseorang diutus.

    Pesan ini, menurutnya, tidak hanya berlaku bagi para imam, tetapi juga bagi seluruh umat Kristiani, termasuk biarawan dan biarawati. Setiap orang dipanggil untuk menggunakan dan mempertanggungjawabkan talenta yang telah diterimanya.

    Sambutan perwakilan imam baru oleh P. Fernandes Legius Bha, MSA.

    Uskup Samuel juga menekankan pentingnya mengenali diri sendiri, menerima keterbatasan dengan rendah hati, dan tidak menyombongkan kelebihan yang dimiliki. Yang terpenting bukanlah seberapa banyak talenta yang diterima, melainkan bagaimana talenta tersebut digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama.

    Dalam bagian lain homilinya, dia mengingatkan bahwa kekudusan tidak ditentukan oleh usia. Dia mencontohkan Santo Carlo Acutis yang meninggal pada usia 15 tahun sebagai salah satu teladan bahwa orang muda pun dapat menjalani hidup kudus.

    Karena itu, kedua imam baru diajak untuk tidak menunda perjuangan menuju kekudusan, tetapi menghidupinya sejak sekarang melalui kesetiaan dalam panggilan dan pelayanan.

    Sambutan Mgr. Isaac Circuncisión Martínez Chuquizana, M.S.A. saat ini bertugas sebagai Uskup di Keuskupan Cajamarca, Peru.

    Uskup dari Peru Bersyukur atas Dua Imam Baru

    Kehadiran Mgr. Isaac Circuncisión Martínez Chuquizana, MSA, dari Keuskupan Cajamarca, Peru, menjadi tanda persaudaraan dalam keluarga besar Serikat Misionaris Para Rasul Kudus.

    Dalam sambutannya, Uskup Isaac mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas anugerah dua imam baru bagi Serikat MSA dan Gereja.

    ā€œQuiero dar gracias al SeƱor por habernos dado dos nuevos sacerdotes,ā€ ungkapnya dalam bahasa Spanyol, yang berarti, ā€œSaya ingin mengucap syukur kepada Tuhan karena telah menganugerahkan kepada kita dua imam baru.ā€

    Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat dan tamu undangan yang telah mengambil bagian dalam perayaan tahbisan tersebut.

    Menurut Uskup Isaac, kehadiran dua imam baru diharapkan memperkuat pelayanan Gereja, terutama dalam pewartaan Injil dan pelayanan sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi. Dia berharap misi yang dijalankan Serikat MSA terus menghasilkan buah yang berlimpah bagi umat Allah.

    Imam Baru: – P. Videlis Mersik Dosi, MSA (Pastor Videlis) dan – P. Fernandes Legius Bha, MSA (Pastor Fernandes) Memberkati umat dan keluarga, (2026).

    Terus Menumbuhkan Panggilan

    Dalam sambutannya, Uskup Samuel juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua imam baru, keluarga besar MSA, serta umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Pakumbang yang menjadi tuan rumah perayaan tersebut.

    Dia mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan keluarga, dan keterlibatan umat yang telah membantu menyukseskan perayaan tahbisan. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan Gereja sebagai persekutuan yang hidup, yang terdiri atas para uskup, imam, biarawan-biarawati, diakon, dan seluruh umat beriman.

    Uskup Samuel berharap keluarga besar MSA terus berupaya menemukan dan membina benih-benih panggilan, terutama di kalangan orang muda, agar semakin banyak yang bersedia menjawab panggilan Tuhan.

    Dia juga mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan kedua imam baru agar setia menjalani panggilan dan melayani Gereja dengan penuh tanggung jawab.

    Suasana Foto bersama usai tahbisan Imam – di Paroki Santo Fransiskus Assisi, Pakumbang. (2026)

    Melanjutkan Perutusan sebagai Formator

    Dalam keterangan mengenai penugasan kedua imam baru, Pastor Blasius Hide Waton, MSA, Pastor Paroki Pakumbang, menyampaikan bahwa P. Videlis Mersik Dosi, MSA, akan melanjutkan perutusannya sebagai formator di Rumah Formasi Santo Petrus dan Paulus, Yogyakarta.

    Sementara itu, P. Fernandes Legius Bha, MSA, akan melanjutkan tugas sebagai formator Biara Maria Ratu Para Rasul Tebing Tinggi, Paroki St. Fransiskus Asisi Pakumbang, Keuskupan Agung Pontianak.

    Penugasan tersebut menjadi bagian dari pelayanan mereka dalam mendampingi dan membina para calon imam dalam perjalanan panggilan.

    Tahbisan ini bukan hanya menjadi momen sukacita bagi kedua imam dan keluarga mereka, tetapi juga bagi Serikat MSA dan Gereja setempat. Pesan yang disampaikan dalam perayaan tersebut mengingatkan bahwa panggilan imamat menuntut kesiapan untuk diutus, kerelaan berkorban, kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi, dan kesetiaan untuk terus bertumbuh dalam kekudusan.*Samuel – KOMSOSKAP.Ā 

    Previous article

    Related Articles

    spot_img
    spot_img
    spot_img

    Latest Articles