MajalahDUTA.Com, Ngabang/Landak- STKIP Pamane Talino dikenal sebagai kampus dominikan, dimana setiap kegiatan dan aktivitas kampus harus dilaksanakan dan disesuaikan dengan nilai-nilai utama dominikan. Adapun nilai-nilai utama dominikan tersebut yaitu belajar, berdoa, komunitas dan pelayanan.
Nilai-nilai utama itulah yang saat ini sedang diimplementasikan oleh STKIP Pamane Talino melalui kegiatan pengabdian masyarakat salah satunya bakti pendidikan di Dusun Adong 1, Tubang Raeng.
Baca juga: Pembersihan Lingkungan Dusun Adong 1, Desa Tubang Raeng oleh Mahasiswa STKIP-PATA
Kegiatan bakti pendidikan yang diadakan oleh STKIP Pamane Talino telah dimulai pada tanggal 10 Juni 2021 di Dusun Adong 1, Tubang Raeng. Kegiatan tersebut diadakan karena kekhawatiran mereka terhadap pendidikan disana selama masa pandemi dimana anak-anak perlu dibimbing dalam belajar.
“Bakti pendidikan ini laksanakan karena kekhawatiran kami terhadap pendidikan di Dusun Adong 1 yang masih dibilang kurang. Dan setelah kami terjun ke lapangan kami sadar mereka sangat membutuhkan pendamping untuk membimbing mereka belajar.” Jelas Irene Puspita Theresia mahasiswi pendidikan bahasa inggris STKIP Pamane Talino.
Baca juga: Gedung Baru Semangat Baru STKIP Pamane Talino
Julis salah satu mahasiswa pendidikan bahasa inggris yang ikut andil dalam kegiatan tersebut mengatakan sebagai mahasiswa yang kuliah dalam lingkup pendidikan, kegiatan ini melatihnya menjadi seorang tenaga pendidik yang mampu mendidik anak-anak dengan baik.
“Perasaan saya tentu sangat bangga. Karena saya bisa berbagi ilmu. Kemudian saya juga bisa memahami dan belajar mengenal karakter anak-anak yang ada di dusun Adong 1 ini.”Ujarnya.
Mengajar sambil belajar
Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung sejak tanggal 10 Juni 2021 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti rajin mencucui tangan, memakai masker, menjaga jarak dan rutin cek SWAB. Untuk tingkatan yang diajar berbeda-beda yaitu anak-anak paud, SD dan SMP. Masing-masing diajarkan dengan materi yang berbeda sesuai tingkatannya.
Baca juga: Secuplik Surat Tentang Kisah Misi di Borneo- Keuskupan Agung Pontianak
Natalia salah satu anak didik yang berpartisipasi merasa senang bisa diajarkan oleh mahasiswa/i STKIP Pamane Talino.”Perasaannya senang karena kita belajar sambil bermain sama teman-teman dan kakak-kakak dari STKIP Pamane Talino. ”
Natalia juga berharap kedepannya agar mahasiswa/i dari STKIP Pamane Talino mengajar lagi supaya pemahaman belajar mereka lebih baik lagi.
Julis dan Irene mengatakan meskipun mengalami banyak tantangan, seperti terbatasnya kelas, terbatasnya fasilitas mengajar dan perbedaan umur diantara banyaknya anak-anak namun hal itu tidak menyulutkan semangat mereka untuk tetap mengajar. ia berharap kegiatan ini tetap berlanjut.
Baca juga: Mgr. Agustinus Agus: Jadilah Imam yang Inovatif dan Memiliki Kemampuan Membaca Tanda Zaman
“Saya berharap kegiatan ini tetap berlanjut. Saya ingin anak-anak di sini menjadi orang yang tahu dan mengenal tentang pendidikan. Saya tau mereka dari desa, tetapi saya yakin ketika melihat semangat mereka saat belajar mereka akan menjadi orang yang sukses.” Harap Julis.




