Saturday, May 25, 2024
More

    “Meskipun Sulit Bukan Berarti Tak Mungkin”

    Penulis: Gregorius Wiro, Peserta Lomba Menulis Liputan Bulan Rosario di masa Pandemi Covid-19

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Jauh sebelum pembatasan sosial berskala besar ada (PSBB), hubungan antar manusia sungguh aman apa lagi diisi dengan acara- acara serta doa bersama. Salah satu kegiatan atau doa bersama yang kerap kali dinanti-nantikan oleh orang Kristen khususnya Katolik ialah doa Rosario yang dilaksanakan setiap bulan Oktober. Sebagai anak muda ataupun orang tua, semangat yang membara serta tetap setia kerap terlibat dalam bulan Rosario karena memiliki makna yang luar biasa, yakni kerja sama sehingga berani untuk setia dalam doa bersama bunda Maria.

    Tidak disangka-sangka hampir satu tahun, wabah virus Corona atau Covid19 tak kunjung reda, bahkan selalu “membasahi” manusia dengan kehilangan banyak nyawa, termasuk di Indonesia. Kehilangan nyawa akibat virus Corona merupakan fenomena yang menjadi pusat perhatian manusia, bahkan beberapa aksi sudah dibuat namun tetap seperti biasa. Doa bersama antar tokoh agama adalah salah satu aksi untuk meminta pertolongan dari Tuhan supaya Corona tidak merajalela, hanya apakah yang telah dibuat, merenggut semangat manusia untuk  menilik berkat dari itu semua?

    Setiap usaha pasti mengalami kegagalan. Gagal dalam usaha bukan berarti tak ada jalan untuk melakukannya kembali. “Gagal” hanyalah keterbatasan syarat yang harus lengkapi kembali untuk mencapai keberhasilan. Hanya masalahnya apakah ada jalan untuk memaknai suatu kegiatan sehingga mampu merasakan dan memperoleh berkat dari-Nya?

    Kegiatan religius adalah momen yang mampu meningkatkan relasi kita dengan Tuhan, sehingga berkat-Nya selalu berlimpah atas diri kita yang mau memberi diri serta berpartisipasi aktif baik dari hal kecil sampai pada yang besar. Dari setiap kegiatan, apakah yang perlu kita buat pada masa pandemik ini sehingga hidup kita tidak sia-sia?

    Aktivitas Rosario bersama di setiap rumah ke rumah kini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Untuk mendukung aturan pemerintah agar tidak melakukan kegiatan bersama maka yang dilakukan diubah menjadi suasana yang berbeda dengan menjaga jarak. Menjaga jarak terkadang sangat sulit untuk dilakukan apalagi dapat mempengaruhi  doa bersama entah di  gereja atau yang lain termasuk  doa Rosario.  Meskipun situasi pandemik memutus hubungan kita dalam doa rosario tetapi kita harus komitmen untuk dapat melakukannya dengan cara yang berbeda.

    Menjaga jarak pada masa pandemik terkadang mengharuskan kita untuk mengalami situasi orang yang menjalankan hubungan jauh atau Long Distance Relationship (LDR). Terkadang kalau direnungkan kembali LDR adalah salah satu sikap apakah kita benar-benar komitmen atau tidak. Berani komitmen adalah bukti keseriusan seseorang dalam menyikapi situasi yang sedang terjadi. Oleh karena itu jarak bukanlah alasan untuk tidak mampu komitmen baik terhadap diri sendiri maupun yang lain.

    Bulan Rosario merupakan bulan yang terindah untuk bisa berdevosi pada  Bunda Maria. Dalam sikap seperti ini perlu hati-hati apakah devosi tersebut hanya dilakukan pada saat bulan Oktober atau bulan Rosario? Bila sikap tersebut hanya sebatas pada masanya, mungkin devosi kita pada Bunda Maria dapat dikatakan sangat minimalis. Jika terjadi demikian makna dari Rosario juga minimalis karena setelah selesai  aktivitas untuk devosi pada Bunda Maria akhirnya tidak lagi dilakukan. Sebenarnya bulan Rosario merupakan “alarm” bagi kita untuk terus berdevosi pada  Bunda Maria. Tujuan dari “alarm” tersebut supaya kita semakin sadar akan pentingnya untuk melakukan devosi pada Bunda Maria secara terus-menerus.

    Untuk menemukan makna terdalam dari Rosario, pertama-tama jangan bersikap minimalis dalam melakukannya. Rosario adalah senjata ampuh yang bisa memberikan pertolongan dalam situasi sulit sehingga memperoleh kemenangan seperti yang telah dilakukan oleh mereka dalam pertempuran yang dahsyat. Pertempuran bukan hanya terjadi pada saat itu. Sekarang ini kita bertempur dalam melawan musuh yang kuat dan musuh tidak lagi mengeluarkan senjata atau pedang namun lebih pada godaan yang amat pelan tapi mematikan. Godaan tersebut membuat kita acuh tak acuh untuk bersikap hati-hati, sehingga bentuk kesetiaan kita mampu direnggutnya.

    Setia itu sulit, meskipun sulit bukan berarti tak mungkin untuk melakukannya, sebab kesetiaan adalah jalan untuk menemukan makna di balik apa yang kita buat termasuk Rosario di bulan Oktober ini.  Setelah kita sadar untuk tetap melakukan doa di bulan Rosario meskipun hanya dalam keluarga kecil, tetapi maknanya itu membuat kesadaran, kesetiaan, semakin dipertajam  bahkan kita tetap melakukan apa yang tidak mungkin terjadi  sehingga pada akhirnya kita tidak pernah merasa sia-sia karena Bunda Maria selalu ada bersama kita dalam suka dan duka  sebab Maria mengajar kita untuk selalu menerima dengan setia apa yang tidak sesuai dengan konsep pikir manusia.

    Related Articles

    Stay Connected

    1,800FansLike
    905FollowersFollow
    7,500SubscribersSubscribe

    Latest Articles