Negara, sesuai kewenangan yang dimiliki, akan terus menjalankan konstitusi untuk melindungi hak-hak warga negara dalam menjalankan ibadah dan kepercayaannya. Namun jika terjadi ketegangan atau konflik akibat dari pemahaman yang berbeda, diperlukan upaya bersama untuk mengelola dan mengatasinya.
“Para pemuka agama beserta ormas dan lembaga keagamaan diharapkan dapat secara aktif dan penuh tanggung jawab ikut mengatasi dan mencarikan solusinya,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat menghadiri Peryaaan Dharmasanti Waisak Nasional Umat Buddha Indonesia 2557 BE/2013, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/5) sore. Presiden menegaskan, tidak perlu dan tidak boleh terjadi pertentangan antara yang kelompok minoritas dan mayoritas. Semua adalah komponen bangsa kita yang harus hidup bersama dengan rukun dan damai serta saling menghormati. “Tidak boleh ada kelompok yang merasa berada di atas kelompok yang lain. Kita semua setara serta memiliki hak dan kewajiban yang sama,” Presiden SBY menegaskan.
Sementara itu di Halim, Presiden mengadakan jumpa pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah tujuannya berkunjung ke AS semata-mata hanya untuk menerima penghargaan. Presiden SBY menegaskan bahwa tujuan utama kunjungannya ke New York adalah untuk memimpin pertemuan terakhir High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda. “Memang benar akan ada acara pemberian penghargaan untuk Presiden RI oleh yang dinamakan Appeal of Conscience Foundation yang didalam negeri menjadi perhatian dari beberapa kalangan. Tetapi sekali lagi, tugas utama kami adalah memimpin High-Level Panel,” tegas Presiden SBY dalam bagian lain keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/5) pagi, sebelum bertolak ke Swedia.
“Seolah-olah saya dan delegasi ke AS ini hanya untuk menerima penghargaan itu. Bukan. Sama sekali bukan. Sebenarnya penghargaan ini akan diberikan pada saya pada rangkaian sidang umum PBB September akan datang. Karena itu bersamaan dengan hadirnya para pemimpin dunia di PBB. Saya tidak akan hadir pada akhir tahun ini,” SBY menambahkan.
May 27
SBY: Negara Terus Melindungi Hak Ibadah Warga Negara
Negara, sesuai kewenangan yang dimiliki, akan terus menjalankan konstitusi untuk melindungi hak-hak warga negara dalam menjalankan ibadah dan kepercayaannya. Namun jika terjadi ketegangan atau konflik akibat dari pemahaman yang berbeda, diperlukan upaya bersama untuk mengelola dan mengatasinya.
“Para pemuka agama beserta ormas dan lembaga keagamaan diharapkan dapat secara aktif dan penuh tanggung jawab ikut mengatasi dan mencarikan solusinya,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat menghadiri Peryaaan Dharmasanti Waisak Nasional Umat Buddha Indonesia 2557 BE/2013, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/5) sore. Presiden menegaskan, tidak perlu dan tidak boleh terjadi pertentangan antara yang kelompok minoritas dan mayoritas. Semua adalah komponen bangsa kita yang harus hidup bersama dengan rukun dan damai serta saling menghormati. “Tidak boleh ada kelompok yang merasa berada di atas kelompok yang lain. Kita semua setara serta memiliki hak dan kewajiban yang sama,” Presiden SBY menegaskan.
Sementara itu di Halim, Presiden mengadakan jumpa pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah tujuannya berkunjung ke AS semata-mata hanya untuk menerima penghargaan. Presiden SBY menegaskan bahwa tujuan utama kunjungannya ke New York adalah untuk memimpin pertemuan terakhir High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda. “Memang benar akan ada acara pemberian penghargaan untuk Presiden RI oleh yang dinamakan Appeal of Conscience Foundation yang didalam negeri menjadi perhatian dari beberapa kalangan. Tetapi sekali lagi, tugas utama kami adalah memimpin High-Level Panel,” tegas Presiden SBY dalam bagian lain keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/5) pagi, sebelum bertolak ke Swedia.
“Seolah-olah saya dan delegasi ke AS ini hanya untuk menerima penghargaan itu. Bukan. Sama sekali bukan. Sebenarnya penghargaan ini akan diberikan pada saya pada rangkaian sidang umum PBB September akan datang. Karena itu bersamaan dengan hadirnya para pemimpin dunia di PBB. Saya tidak akan hadir pada akhir tahun ini,” SBY menambahkan.
May 26
Hasil Survei Capres 2014 : Sutiyoso Ungguli Wiranto & Prabowo
Figur seorang tokoh mantan Perwira Tinggi Militer (TNI) nyatanya masih menjadi favorit bagi sebagian kalangan masyarakat, mengingat figur militer selalu identik dengan sifat yang tegas, berani, dan berwibawa. Demikian Hal itu terlihat dari survei Kelompok Kajian Pembangunan Sosial Politik Indonesia (KKPSPI) dari hasil “Young Intellecitual Opinion” yang disampaikan Sekretaris KKPSPI, Nayawan Persada di kantor Wisma Antara, Jakarta, Selasa (12/02/2013).
Nayawan mengatakan, bahwa berdasarkan penilaian responden atas nama Sutiyoso, Djoko Suyanto, dan Wiranto merupakan tokoh militer yang dipersepsikan layak menjadi capres di tahun 2014. “Ketiga tokoh tersebut mendapatkan nilai tertinggi dari 10 nama Perwira dan mantan Perwira Tinggi Militer,” ucap Nayawan.
Selain itu juga Nayawan mengatakan masyarakat perlu diberi pengetahuan dan pencerahan mengenai latar belakang masing-masing tokoh mantan Perwira Tinggi Militer tersebut. “Agar dapat menilai rekam jejak masing-masing tokoh dan tidak salah memilih pemimpin yang justru akan membawa Indonesia ke jurang kehancuran lagi,” terangnya.
Lebih lanjut Nayawan menjelaskan, survei yang bertujuan untuk mengukur kualitas capres dari kalangan militer tersebut menggunakan lima indikator, yakni Integrity, Capability, Leadership, Track Record, Rule of Law. Untuk indikator Leadership dan Track Record diraih sekaligus oleh mantan Pangdam Jaya dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Indikator terakhir, yaitu Rule of Law, diraih oleh Djoko Suyanto yang merupakan mantan Panglima TNI yang kini menjabat sebagai Menkopolhukam.
Berikut hasil rekapitulasi persepsi mahasiswa terhadap tokoh militer:
I. Sutiyoso 80,2%, II. Djoko Suyanto 76,5%, III. Wiranto 73,8%, IV. Endriatono Sutarto 67,1%, V. Prabowo Subianto 65,8%, VI. Agum Gumelar 61,4%, VII. Pramono Edhie Wibowo 56,3%, VIII. Saurip Kadi 55,5%, IX. Slamet Subijanto 52,4%, X. Kivlan Zein 45,1%
Jul 12
Pilkada DKI Jakarta Dua Putaran
Pilkada DKI Jakarta berlangsung dengan aman dari hasil yang diperoleh hingga saat ini akan berlangsung dua putaran. Posisi puncak yang dihuni oleh pasangan Jokowi-Ahok masih berkutat pada angka 44 persen di hitungan cepat Lembaga Survay.
Sementara untuk dapat menang satu putaran, pasangan calon gubernur peserta Pilkada DKI Jakarta harus mengantongi 50 persen suara plus 1. Peraturan perolehan suara di Ibu Kota ini memang berbeda dengan peraturan pilkada di daerah lain.”Jadi akan terjadi putaran kedua.” Kata Horas Sihombing salah satu Tim Fauzi Bowo di Dipo-61
Pada 100 persen TPS yang dijadikan sampel sudah masuk, dengan perolehan sementara Jokowi-Ahok dengan 43,40 persen dan Foke-Nara 33,96 persen. Kendati demikian, untuk hasil pastinya masih harus menunggu sekitar seminggu lagi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.
Jun 29
Adjeng Ratna Suminar “ Komisi 1 DPR RI Mendukung Pembaruan Alusita TNI”
DR. Hj. R. Adjeng Ratna Suminar,SH,.MM, anggota DPR RI Fraksi Demokrat di jumpai di acara HUT Babek TNI ke-42 Ia mengatakan “ Bahwa, komisi I DPR RI mendukung untuk dapat Alusista TNI yang lebih moderen.” Seperti kita ketahui bahwa, Alusita TNI senantiasa harus di baharui agar dapat menjawab tantangan masa depan dalam rangka pertahanan serta keamanan yang baik lagi.
Saat ini Alusista TNI dibandingkan dengan dengan negara-negara lain cukup baik, namun jauh lebih baik lagi jika kita ikut sejajarkan dengan Alusista yang modern ”Untuk mengawal negara seluas Indonesia, jelas dibutuhkan alutsista Darat, Udara dan laut yang cepat dan tangguh.”
Memodernisasi alutsista TNI tentu bukan untuk gagah-gagahan, melainkan untuk menjaga kedaulatan Tanah Air dari setiap ancaman. Kita yakin negara yang memiliki alutsista modern akan disegani.
Adjeng juga mengatakan “Mengucapkan selamat kepada Babek TNI untuk Ulang Tahunnya ke-42.” Semoga senantiasa menjalankan tugas negara serta menjaga pertahaan dan keamanan NKRI.






